
4 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 4 Juni 2010
SURVIVAL OF THE FITTEST Kejadian 17:9-14, 23-27
“Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat ....” (Kej. 17:10)
Herbert Spencer adalah seorang filsuf Inggris yang pertama memperkenalkan istilah “survival of the fittest” (yang terkuat yang dapat bertahan hidup) setelah ia membaca teori evolusi Charles Darwin dalam bukunya yang berjudul On The Origin of Species. Salah satu bagian teorinya mengungkapkan tentang Seleksi Alam. Makhluk hidup yang mampu beradaptasi dengan alam akan bertahan hidup. Menurut ilmu kedokteran, selain sunat berguna untuk kesehatan, ternyata sunat juga dipandang sebagai sebuah “seleksi alam” pada masa lalu. Bayi-bayi yang darahnya tidak bisa membeku akan meninggal sehingga tidak menurunkan cacat yang sama. Abraham memperkenalkan sunat dengan makna yang lebih rohani. Sekalipun tradisi sunat sudah biasa dilakukan oleh bangsa Mesir, namun sunat dalam tradisi Abraham memiliki makna perjanjian dengan Allah. Di saat Abraham berusia sangat tua dan belum mempunyai keturunan dari Sara, justru perjanjian itu dinyatakan. Sunat berkaitan dengan alat reproduksi. Allah membersihkan diri Abraham dan keturunannya dengan simbol pengorbanan darah yang dicurahkan lewat sunat. Pesan utama perikop ini adalah agar umat hidup di hadapan Allah dengan tidak bercela. Untuk itu dibutuhkan pengorbanan dan kesediaan untuk dibersihkan. Bagi kita, Kristus telah melakukan pengorbanan yang sempurna lewat darah-Nya yang tercurah sehingga kita mengalami sunat hati. Bukan yang kuat yang akan bertahan hidup, melainkan yang taat; dialah yang memperoleh kehidupan.
DOA: Tuhan, terima kasih atas pengorbanan-Mu yang telah menjadikan hidup kami menjadi bersih. Amin.
Mzm. 16, 17; Ams. 8:1-21; 2Yoh. 1-13; Mat. 12:1-14
Jumat, 4 Juni 2010
SURVIVAL OF THE FITTEST Kejadian 17:9-14, 23-27
“Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat ....” (Kej. 17:10)
Herbert Spencer adalah seorang filsuf Inggris yang pertama memperkenalkan istilah “survival of the fittest” (yang terkuat yang dapat bertahan hidup) setelah ia membaca teori evolusi Charles Darwin dalam bukunya yang berjudul On The Origin of Species. Salah satu bagian teorinya mengungkapkan tentang Seleksi Alam. Makhluk hidup yang mampu beradaptasi dengan alam akan bertahan hidup. Menurut ilmu kedokteran, selain sunat berguna untuk kesehatan, ternyata sunat juga dipandang sebagai sebuah “seleksi alam” pada masa lalu. Bayi-bayi yang darahnya tidak bisa membeku akan meninggal sehingga tidak menurunkan cacat yang sama. Abraham memperkenalkan sunat dengan makna yang lebih rohani. Sekalipun tradisi sunat sudah biasa dilakukan oleh bangsa Mesir, namun sunat dalam tradisi Abraham memiliki makna perjanjian dengan Allah. Di saat Abraham berusia sangat tua dan belum mempunyai keturunan dari Sara, justru perjanjian itu dinyatakan. Sunat berkaitan dengan alat reproduksi. Allah membersihkan diri Abraham dan keturunannya dengan simbol pengorbanan darah yang dicurahkan lewat sunat. Pesan utama perikop ini adalah agar umat hidup di hadapan Allah dengan tidak bercela. Untuk itu dibutuhkan pengorbanan dan kesediaan untuk dibersihkan. Bagi kita, Kristus telah melakukan pengorbanan yang sempurna lewat darah-Nya yang tercurah sehingga kita mengalami sunat hati. Bukan yang kuat yang akan bertahan hidup, melainkan yang taat; dialah yang memperoleh kehidupan.
DOA: Tuhan, terima kasih atas pengorbanan-Mu yang telah menjadikan hidup kami menjadi bersih. Amin.
Mzm. 16, 17; Ams. 8:1-21; 2Yoh. 1-13; Mat. 12:1-14
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



