
1 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 1 Juni 2010
FOSIL PENGUJI IMAN? Kejadian 1:1
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (Kej. 1:1)
Seorang murid SMA bertanya kepada guru Agama mengenai usia bumi. Dengan yakin sang guru mengatakan bahwa menurut Alkitab usia bumi tidak lebih dari 20 ribu tahun saja. Segera murid itu mendebatnya karena menurut sains usia bumi ini sudah miliaran tahun. Ini terbukti lewat tes Carbon terhadap fosil pohon dan fosil dinosaurus. Dengan tersenyum guru Agama itu berkata, “Ah, itu ketika Tuhan menciptakan bumi, Tuhan juga menanamkan fosilfosil untuk menguji iman kamu!” Banyak orang memahami Alkitab secara harfiah sehingga kisah Penciptaan pun dipahami sebagaimana adanya. Lantas yang terjadi, seakan ada pertentangan antara Alkitab dan penemuan-penemuan di bidang sains, atau antara iman dan ilmu pengetahuan. Sains sangat berguna untuk memahami tentang apa kehidupan, termasuk alam semesta ini. Sedangkan Alkitab sangat berguna untuk memahami bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan dan memaknainya. Pesan utama dalam kisah Penciptaan adalah untuk menyadarkan kita bahwa segala sesuatu ada karena ada Sang Pencipta, yaitu Allah yang telah menciptakan alam semesta ini dengan segala isinya. Bagaimana proses Penciptaan diungkapkan tentu sesuai dengan kemampuan orang berpikir pada masa itu. Jika saat ini para ilmuwan menemukan bahwa usia bumi telah miliaran tahun, tentu hal ini tidak akan mengubah iman kita bahwa yang menciptakan alam semesta ini adalah Allah.
DOA: Tuhan, ajar kami pertama-tama untuk takut akan Engkau sebagai sumber ilmu pengetahuan. Amin.
Mzm. 5.6; Ams. 4:1-27; 1Yoh. 4:7-21; Mat. 11:7-15
Selasa, 1 Juni 2010
FOSIL PENGUJI IMAN? Kejadian 1:1
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (Kej. 1:1)
Seorang murid SMA bertanya kepada guru Agama mengenai usia bumi. Dengan yakin sang guru mengatakan bahwa menurut Alkitab usia bumi tidak lebih dari 20 ribu tahun saja. Segera murid itu mendebatnya karena menurut sains usia bumi ini sudah miliaran tahun. Ini terbukti lewat tes Carbon terhadap fosil pohon dan fosil dinosaurus. Dengan tersenyum guru Agama itu berkata, “Ah, itu ketika Tuhan menciptakan bumi, Tuhan juga menanamkan fosilfosil untuk menguji iman kamu!” Banyak orang memahami Alkitab secara harfiah sehingga kisah Penciptaan pun dipahami sebagaimana adanya. Lantas yang terjadi, seakan ada pertentangan antara Alkitab dan penemuan-penemuan di bidang sains, atau antara iman dan ilmu pengetahuan. Sains sangat berguna untuk memahami tentang apa kehidupan, termasuk alam semesta ini. Sedangkan Alkitab sangat berguna untuk memahami bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan dan memaknainya. Pesan utama dalam kisah Penciptaan adalah untuk menyadarkan kita bahwa segala sesuatu ada karena ada Sang Pencipta, yaitu Allah yang telah menciptakan alam semesta ini dengan segala isinya. Bagaimana proses Penciptaan diungkapkan tentu sesuai dengan kemampuan orang berpikir pada masa itu. Jika saat ini para ilmuwan menemukan bahwa usia bumi telah miliaran tahun, tentu hal ini tidak akan mengubah iman kita bahwa yang menciptakan alam semesta ini adalah Allah.
DOA: Tuhan, ajar kami pertama-tama untuk takut akan Engkau sebagai sumber ilmu pengetahuan. Amin.
Mzm. 5.6; Ams. 4:1-27; 1Yoh. 4:7-21; Mat. 11:7-15
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



