
31 Mei 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 31 Mei 2010
CARA ALLAH MEMELIHARA KEHIDUPAN Efesus 2:4-10
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. (Ef. 2:21)
Allah kaya dengan rahmat. Sepanjang sejarah dunia, kita menyaksikan karya Allah yang penuh rahmat kepada manusia. Karena rahmat-Nya, manusia pun diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (Ef. 2:10). Kekayaan Allah tidak mungkin ditampung oleh satu orang di dunia ini. Hanya Yesus satu-satunya manusia yang di dalamnya terdapat seluruh kepenuhan ke-Allahan (Kol. 2:9). Berhubung tidak mungkin ada satu orang pun selain Yesus yang dapat menampung seluruh kekayaan Allah, maka Allah mengaruniakan setiap orang secara berbeda. Karunia itu adalah cara Allah memelihara kehidupan dalam dunia ini. Dalam sejarah umat manusia, kita menyaksikan betapa Allah memelihara kehidupan ini dengan cara-Nya yang amat kaya. Ia mengaruniakan secara khusus kemampuan-kemampuan tertentu kepada manusia agar manusia dapat memberikan karya terbaiknya dalam kehidupan ini. Kita kagum dan bersyukur karena di dunia ini Allah mengaruniakan kemampuan kepada umat-Nya di bidang musik, seni, bahasa, kedokteran, olahraga, ekonomi, sains, teknologi, dan lain-lain. Kita juga bersyukur untuk kemampuan dan kegigihan pejuang kemanusiaan dalam bidang perdamaian, lingkungan hidup, hak asasi manusia dan pemberitaan Injil. Semuanya berkarya untuk menyaksikan kemuliaan Allah dalam memelihara kehidupan ini.
REFLEKSI: Sudahkah kita bersyukur untuk karunia Allah bagi dunia kita?
Mzm. 1, 2, 3; Ams. 3:11-20; 1Yoh. 3:19-4:6; Mat. 11:1-6
Senin, 31 Mei 2010
CARA ALLAH MEMELIHARA KEHIDUPAN Efesus 2:4-10
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. (Ef. 2:21)
Allah kaya dengan rahmat. Sepanjang sejarah dunia, kita menyaksikan karya Allah yang penuh rahmat kepada manusia. Karena rahmat-Nya, manusia pun diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (Ef. 2:10). Kekayaan Allah tidak mungkin ditampung oleh satu orang di dunia ini. Hanya Yesus satu-satunya manusia yang di dalamnya terdapat seluruh kepenuhan ke-Allahan (Kol. 2:9). Berhubung tidak mungkin ada satu orang pun selain Yesus yang dapat menampung seluruh kekayaan Allah, maka Allah mengaruniakan setiap orang secara berbeda. Karunia itu adalah cara Allah memelihara kehidupan dalam dunia ini. Dalam sejarah umat manusia, kita menyaksikan betapa Allah memelihara kehidupan ini dengan cara-Nya yang amat kaya. Ia mengaruniakan secara khusus kemampuan-kemampuan tertentu kepada manusia agar manusia dapat memberikan karya terbaiknya dalam kehidupan ini. Kita kagum dan bersyukur karena di dunia ini Allah mengaruniakan kemampuan kepada umat-Nya di bidang musik, seni, bahasa, kedokteran, olahraga, ekonomi, sains, teknologi, dan lain-lain. Kita juga bersyukur untuk kemampuan dan kegigihan pejuang kemanusiaan dalam bidang perdamaian, lingkungan hidup, hak asasi manusia dan pemberitaan Injil. Semuanya berkarya untuk menyaksikan kemuliaan Allah dalam memelihara kehidupan ini.
REFLEKSI: Sudahkah kita bersyukur untuk karunia Allah bagi dunia kita?
Mzm. 1, 2, 3; Ams. 3:11-20; 1Yoh. 3:19-4:6; Mat. 11:1-6
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



