
14 Mei 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 14 Mei 2010
MENGUNGKAP CERITA LANGIT Mazmur 148:1-14
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya .... (Mzm. 19:2)
Johannes Kepler lahir di Weil der Stadt, Jerman, pada 27 Desember 1571. Begitu menyelesaikan pendidikannya, Kepler bermaksud melayani Tuhan sebagai pendeta gereja Lutheran. Namun, Tuhan rupanya mempunyai rencana lain bagi pemuda yang penuh bakat ini. Iman Kepler membimbingnya kepada pemikiran yang akhirnya memungkinkannya menguraikan teka-teki gerakan planet, sementara banyak ilmuwan lain menyerah dan tidak melanjutkan upaya mereka. Kepler mencari dan menemukan pola logis dalam gerakan planet yang mencerminkan kemahabesaran Allah. “Kita melihat bagaimana Allah, bagaikan seorang arsitek, menciptakan dunia sesuai dengan tatanan dan pola yang mengatur semuanya sedemikian sempurna,” ujar Kepler. Ia diakui sebagai salah satu pelopor ilmu pengetahuan modern. Dalam ketiga bukunya, Mysterium Cosmographicum, Astronomia Nova, dan Harmonica Mundi, ia mengawali proses yang akhirnya mengganti takhayul dengan nalar. Kepler bersedia mengesampingkan rencananya dan dengan rendah hati mengikuti bimbingan Allah. Ia berkata, “Dulu saya berniat menjadi teolog ... tapi sekarang, melalui apa yang saya lakukan, saya melihat bahwa Allah juga dimuliakan dalam astronomi karena ‘langit mengungkapkan kemuliaan Allah’.” Mengungkapkan keagungan Allah memang tidak harus selalu dari mimbar.
REFLEKSI: Sudahkah kita mendoakan para ilmuwan agar karyanya mendatangkan berkat?
Mzm. 85, 86; 1Sam. 2:1-10; Ef. 2:1-10; Mat. 7:22-27
Jumat, 14 Mei 2010
MENGUNGKAP CERITA LANGIT Mazmur 148:1-14
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya .... (Mzm. 19:2)
Johannes Kepler lahir di Weil der Stadt, Jerman, pada 27 Desember 1571. Begitu menyelesaikan pendidikannya, Kepler bermaksud melayani Tuhan sebagai pendeta gereja Lutheran. Namun, Tuhan rupanya mempunyai rencana lain bagi pemuda yang penuh bakat ini. Iman Kepler membimbingnya kepada pemikiran yang akhirnya memungkinkannya menguraikan teka-teki gerakan planet, sementara banyak ilmuwan lain menyerah dan tidak melanjutkan upaya mereka. Kepler mencari dan menemukan pola logis dalam gerakan planet yang mencerminkan kemahabesaran Allah. “Kita melihat bagaimana Allah, bagaikan seorang arsitek, menciptakan dunia sesuai dengan tatanan dan pola yang mengatur semuanya sedemikian sempurna,” ujar Kepler. Ia diakui sebagai salah satu pelopor ilmu pengetahuan modern. Dalam ketiga bukunya, Mysterium Cosmographicum, Astronomia Nova, dan Harmonica Mundi, ia mengawali proses yang akhirnya mengganti takhayul dengan nalar. Kepler bersedia mengesampingkan rencananya dan dengan rendah hati mengikuti bimbingan Allah. Ia berkata, “Dulu saya berniat menjadi teolog ... tapi sekarang, melalui apa yang saya lakukan, saya melihat bahwa Allah juga dimuliakan dalam astronomi karena ‘langit mengungkapkan kemuliaan Allah’.” Mengungkapkan keagungan Allah memang tidak harus selalu dari mimbar.
REFLEKSI: Sudahkah kita mendoakan para ilmuwan agar karyanya mendatangkan berkat?
Mzm. 85, 86; 1Sam. 2:1-10; Ef. 2:1-10; Mat. 7:22-27
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



