
13 Mei 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 13 Mei 2010
BERSYUKUR Mazmur 139:1-16
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib .... (Mzm. 139:14)
Fanny Crosby sebenarnya lahir normal pada 24 Maret 1820. Namun, ketika berusia enam minggu, ia menderita infeksi dan karena kesalahan pengobatan, ia menjadi buta. Yang terbaik dari Fanny adalah ia bisa tetap mensyukuri kebaikan Tuhan. Ia tidak pernah menyesali kekurangannya itu. Ia malah berkata, “Kebutaan ini adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku.” Ia juga berkata, “Apakah jika aku tidak buta, hidupku bisa seindah sekarang ini?” Saat meninggal dunia, Fanny telah menulis lebih dari 8000 himne. Banyak lagu ciptaannya yang digemari banyak orang dan menjadi abadi. Salah satunya “Blessed Assurance” (‘Ku Berbahagia, KJ 392). Syair nyanyian ini adalah suara hati Fanny sendiri. Mata yang paling tajam untuk melihat kebaikan Allah adalah hati yang bersyukur. Pemazmur amat menyadari keterbatasannya sebagai manusia untuk melihat Allah yang ajaib. Mata lahiriah dan akal manusia tidak mampu menjangkau kebesaran dan keajaiban Allah. Allah memiliki rencana yang indah dalam kehidupan setiap ciptaan-Nya. Dengan memiliki hati yang bersyukur, setiap orang memiliki mata yang tajam untuk melihat kebaikan-kebaikan Allah di balik segala peristiwa. Ketika kebaikan-kebaikan Allah selalu ditemukan, maka seseorang dimungkinkan untuk menemukan kebaikan-kebaikan dalam dirinya untuk dikelola bagi kemuliaan Allah.
REFLEKSI: Sudahkah kita memiliki hati yang selalu melihat kebaikan Allah di dalam diri dan hidup kita?
Mzm. 8, 47; Dan. 7:9-14; Ibr. 2:5-18; Mat. 28:16-20
Kamis, 13 Mei 2010
BERSYUKUR Mazmur 139:1-16
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib .... (Mzm. 139:14)
Fanny Crosby sebenarnya lahir normal pada 24 Maret 1820. Namun, ketika berusia enam minggu, ia menderita infeksi dan karena kesalahan pengobatan, ia menjadi buta. Yang terbaik dari Fanny adalah ia bisa tetap mensyukuri kebaikan Tuhan. Ia tidak pernah menyesali kekurangannya itu. Ia malah berkata, “Kebutaan ini adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku.” Ia juga berkata, “Apakah jika aku tidak buta, hidupku bisa seindah sekarang ini?” Saat meninggal dunia, Fanny telah menulis lebih dari 8000 himne. Banyak lagu ciptaannya yang digemari banyak orang dan menjadi abadi. Salah satunya “Blessed Assurance” (‘Ku Berbahagia, KJ 392). Syair nyanyian ini adalah suara hati Fanny sendiri. Mata yang paling tajam untuk melihat kebaikan Allah adalah hati yang bersyukur. Pemazmur amat menyadari keterbatasannya sebagai manusia untuk melihat Allah yang ajaib. Mata lahiriah dan akal manusia tidak mampu menjangkau kebesaran dan keajaiban Allah. Allah memiliki rencana yang indah dalam kehidupan setiap ciptaan-Nya. Dengan memiliki hati yang bersyukur, setiap orang memiliki mata yang tajam untuk melihat kebaikan-kebaikan Allah di balik segala peristiwa. Ketika kebaikan-kebaikan Allah selalu ditemukan, maka seseorang dimungkinkan untuk menemukan kebaikan-kebaikan dalam dirinya untuk dikelola bagi kemuliaan Allah.
REFLEKSI: Sudahkah kita memiliki hati yang selalu melihat kebaikan Allah di dalam diri dan hidup kita?
Mzm. 8, 47; Dan. 7:9-14; Ibr. 2:5-18; Mat. 28:16-20
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



