Cover Media Cetak

young listener

young listener

10 Mei 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 10 Mei 2010
KEBESARAN JIWA 1 Tawarikh 22:2-19
Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati. (1Taw. 22:5)
Asal punya kemauan, kemampuan, dan kesempatan, maka apa pun bisa kita lakukan. Demikianlah kira-kira hukum yang berlaku di dunia jika kita menginginkan sesuatu. Namun, hukum itu tidak selalu berlaku bagi umat Tuhan. Daud adalah seorang raja. Apa yang dapat menghalanghalanginya jika ia menginginkan sesuatu? Apalagi keinginan Daud adalah keinginan yang baik, yaitu membangun Bait Allah. Namun, keinginan itu ditolak Allah. Bait Allah memang akan berdiri, tetapi bukan oleh Daud, melainkan oleh anaknya. Daud memiliki kemauan, kemampuan, dan juga kesempatan untuk membangun. Namun semua itu tidak menjadikan keinginannya terwujud. Di sinilah Daud diajar bahwa segala sesuatu harus diletakkan di bawah kehendak Tuhan. Daud menerima kehendak Allah itu dengan kebesaran jiwa. Ia tidak memaksakan kehendaknya. Dengan kebesaran jiwa, ia menyiapkan anaknya untuk melaksanakan pembangunan Bait Allah. Ia mengumpulkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pembangunan. Mulai dari tukang sampai bahan-bahan, semuanya dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Artinya, kalau ia tidak bisa membangun, maka menolong orang yang diberi anugerah untuk membangun adalah sebuah anugerah yang tidak kalah berharganya. Ia mengelola peluang sekecil apa pun untuk kebaikan.
REFLEKSI: Sudahkah kita memiliki kebesaran jiwa jika keinginan kita tidak terlaksana?
Mzm. 80; Im. 25:35-55; Yak. 1:12-18; Mat. 13:1-16
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.