Cover Media Cetak

young listener

young listener

7 Mei 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 7 Mei 2010
SEMAK DURI JADI RAJA Hakim-hakim 9:1-15
“Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami!” (Hak. 9:14)
Semak duri sesungguhnya adalah musuh manusia. Semak duri adalah kutuk (Kej. 3:17-18). Bahkan Tuhan Yesus mengalami penderitaan dari mahkota semak duri. Semak duri cenderung menusuk, melukai, dan akhirnya membinasakan. Lalu, mengapa semak duri menjadi raja? Jangan buru-buru menyalahkan semak duri. Dalam pidatonya ini, Yotam mengisahkan bahwa semak duri bisa menjadi raja karena pohon-pohon lain menolak. Pohon-pohon yang memiliki kapasitas dan kemampuan menjadi raja, seperti pohon aras atau zaitun, menolak ketika pohon-pohon lain meminta mereka. Mereka memiliki potensi yang baik namun menolak. Pidato Yotam ini adalah sindiran terhadap apa yang terjadi di Israel saat itu. Israel dipimpin oleh Abimelekh yang adalah seorang yang licik, pembunuh berdarah dingin. Abimelekh yang menghabisi nyawa saudara-saudaranya sendiri dengan kejam. Sungguh ironis bahwa kemudian ia yang menjadi raja. Seharusnya orang Kristen mencegah “semak duri menjadi raja” dan ikut berkarya di dunia politik. Di Indonesia, kita pernah memiliki Dr. Johannes Leimena. Ia pernah menduduki jabatan menteri dari tahun 1946-1966. Selama kurun waktu tersebut, ia juga pernah menjadi pejabat presiden sebanyak tujuh kali. Ia mengatakan bahwa kecintaan orang Kristen kepada bangsa dan negara tidak boleh kurang dari orang lain, bahkan harus menjadi teladan.
REFLEKSI: Sudahkah kita mempersembahkan talenta terbaik di dunia politik?
Mzm. 106:1-18; Im. 23:1-22; 2Tes. 2:1-17; Mat. 7:1-12
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.