
5 Mei 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 5 Mei 2010
LOWONGAN UNTUK ANDA Ulangan 6:1-9
“… haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu ....” (Ul. 6:7)
Sekolah Minggu dimulai dari Inggris. Pelopornya adalah Robert Raikes yang lahir 14 September 1735 di Gloucester. Ceritanya dimulai saat Revolusi Industri. Akibat penemuan mesin pemintal dan mesin uap, banyak pemintal tradisional kehilangan lapangan kerja. Banyak anak terpaksa putus sekolah dan harus bekerja untuk bertahan hidup. Anak-anak harus bekerja dari hari Senin sampai Sabtu. Hari Minggu menjadi satu-satunya hari libur mereka sehingga mereka menghabiskannya untuk bersenang-senang. Namun, karena anak-anak itu tidak pernah mendapat pendidikan, mereka menjadi sangat liar. Mereka minum-minum dan melakukan berbagai macam kenakalan dan kejahatan. Bersama beberapa teman, Raikes mencoba melakukan pendekatan kepada anak-anak itu dengan mengundang mereka berkumpul di sebuah dapur milik Ibu Meredith di Scooty Alley. Selain mendapat makanan, anak-anak itu juga diajarkan sopan santun, membaca, dan menulis. Namun hal paling indah yang diterima anak-anak di sana adalah mereka mendapat kesempatan mendengar cerita-cerita Alkitab. Anak adalah masa depan bangsa. Bagi gereja, anak-anak adalah “gereja masa depan”. Allah menghendaki agar pendidikan anak sangat diperhatikan. Karena itu, anak-anak harus mendapat perhatian yang memadai dalam pelayanan gereja.
REFLEKSI: Gereja memerlukan guru-guru Sekolah Minggu; sudahkah Anda berperan?
Mzm. 72; Im. 19:1-8; 1Tes. 5:12-28; Mat. 6:19-24
Rabu, 5 Mei 2010
LOWONGAN UNTUK ANDA Ulangan 6:1-9
“… haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu ....” (Ul. 6:7)
Sekolah Minggu dimulai dari Inggris. Pelopornya adalah Robert Raikes yang lahir 14 September 1735 di Gloucester. Ceritanya dimulai saat Revolusi Industri. Akibat penemuan mesin pemintal dan mesin uap, banyak pemintal tradisional kehilangan lapangan kerja. Banyak anak terpaksa putus sekolah dan harus bekerja untuk bertahan hidup. Anak-anak harus bekerja dari hari Senin sampai Sabtu. Hari Minggu menjadi satu-satunya hari libur mereka sehingga mereka menghabiskannya untuk bersenang-senang. Namun, karena anak-anak itu tidak pernah mendapat pendidikan, mereka menjadi sangat liar. Mereka minum-minum dan melakukan berbagai macam kenakalan dan kejahatan. Bersama beberapa teman, Raikes mencoba melakukan pendekatan kepada anak-anak itu dengan mengundang mereka berkumpul di sebuah dapur milik Ibu Meredith di Scooty Alley. Selain mendapat makanan, anak-anak itu juga diajarkan sopan santun, membaca, dan menulis. Namun hal paling indah yang diterima anak-anak di sana adalah mereka mendapat kesempatan mendengar cerita-cerita Alkitab. Anak adalah masa depan bangsa. Bagi gereja, anak-anak adalah “gereja masa depan”. Allah menghendaki agar pendidikan anak sangat diperhatikan. Karena itu, anak-anak harus mendapat perhatian yang memadai dalam pelayanan gereja.
REFLEKSI: Gereja memerlukan guru-guru Sekolah Minggu; sudahkah Anda berperan?
Mzm. 72; Im. 19:1-8; 1Tes. 5:12-28; Mat. 6:19-24
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



