Cover Media Cetak

young listener

young listener

4 Mei 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 4 Mei 2010
MENGGALI POTENSI, MEMBERI KESEMPATAN Keluaran 18:13-27
“... tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.” (Kel. 18:21)
Berbahaya bagi suatu bangsa bila bangsa tersebut bergantung hanya pada satu orang. Sebab, bila hal itu terjadi, kemungkinan terjadinya penyimpangan kekuasaan juga menjadi sangat besar. Selain itu, secara teologis, menggantungkan kehidupan komunitas yang besar ke tangan satu orang adalah pengingkaran terhadap kekayaan potensi yang Allah ciptakan dalam kehidupan ini. Musa mendapat pelajaran amat berharga dari Yitro, mertuanya. Ketika itu Musa mengerjakan tugas kepemimpinan Israel sendirian. Yitro memperkenalkan kepada Musa konsep delegasi kekuasaan agar kekuasaan tidak hanya tertumpu pada Musa. Ada sistem pendelegasian yang harus diberlakukan sehingga kekuasan tidak dipegang oleh satu orang saja. Ada pemimpin 1000 orang, 100 orang, 50 orang, dan 10 orang. Tugas Musa adalah menyiapkan mereka untuk dapat mengemban tugasnya masingmasing. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat melahirkan pemimpin-pemimpin. Pemimpin yang baik tidak menjadikan pengikutnya sekadar objek. Setiap orang memiliki potensi sekalipun berbeda-beda; dan seorang pemimpin harus menggali potensi itu serta memberikan kesempatan-kesempatan agar mereka bertumbuh dan berkembang. Menggali dan memberi kesempatan itu adalah salah satu cara kita menghargai karya Allah.
REFLEKSI: Sudahkah kita menghargai potensi-potensi orang di sekitar kita?
Mzm. 61, 62; Im. 16:20-34; 1Tes 5:1-11; Mat. 6:16-18
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.