
3 Mei 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 3 Mei 2010
HARUS ADA USAHA KERAS Keluaran 15:22-27
Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma .... (Kel. 15:27)
“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian; Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Pesan dari peribahasa ini begitu lugas: untuk mencapai sesuatu diperlukan proses yang acapkali berupa perjuangan yang menyakitkan. Bila kita memerhatikan kisah perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, maka kita akan terkesima dengan keunikan-keunikannya. Cara Allah memimpin Israel sungguh unik. Salah satu keunikan itu dicatat di Keluaran 15:22-27. Untuk sampai ke suatu tempat yang bernama Elim, Israel harus melewati Mara yang mata airnya pahit. Mereka sudah menempuh tiga hari perjalanan dari Laut Teberau. Berdasarkan data ini, kita bisa memahami reaksi Israel yang bersungut-sungut kepada Musa. Setelah melewati Mara, mereka baru dibawa ke Elim. Elim ini sungguh indah. Ada 12 mata air dan 70 pohon korma di sana! Allah bukan sekadar memimpin perjalanan umat Israel. Ia pun sedang mengajar umat itu. Fase-fase perjalanan itu menjadi sarat dengan makna. Allah mengajarkan bahwa perlu sebuah proses kesabaran dan kerja keras untuk mencapai keberhasilan. Keberhasilan dalam hal apa pun, termasuk dalam hal mengolah talenta, memerlukan perjuangan. Talenta bagaikan bongkahan berlian yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran seorang pengrajin berlian untuk menyingkapkan keindahan permata itu.
REFLEKSI: Sudahkah kita mengolah potensi yang kita terima dari Allah dengan sungguh-sunguh?
Mzm. 56, 57, 58; Im. 16:1-19; 1Tes. 4:13-18; Mat. 6:1-15
Senin, 3 Mei 2010
HARUS ADA USAHA KERAS Keluaran 15:22-27
Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma .... (Kel. 15:27)
“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian; Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Pesan dari peribahasa ini begitu lugas: untuk mencapai sesuatu diperlukan proses yang acapkali berupa perjuangan yang menyakitkan. Bila kita memerhatikan kisah perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, maka kita akan terkesima dengan keunikan-keunikannya. Cara Allah memimpin Israel sungguh unik. Salah satu keunikan itu dicatat di Keluaran 15:22-27. Untuk sampai ke suatu tempat yang bernama Elim, Israel harus melewati Mara yang mata airnya pahit. Mereka sudah menempuh tiga hari perjalanan dari Laut Teberau. Berdasarkan data ini, kita bisa memahami reaksi Israel yang bersungut-sungut kepada Musa. Setelah melewati Mara, mereka baru dibawa ke Elim. Elim ini sungguh indah. Ada 12 mata air dan 70 pohon korma di sana! Allah bukan sekadar memimpin perjalanan umat Israel. Ia pun sedang mengajar umat itu. Fase-fase perjalanan itu menjadi sarat dengan makna. Allah mengajarkan bahwa perlu sebuah proses kesabaran dan kerja keras untuk mencapai keberhasilan. Keberhasilan dalam hal apa pun, termasuk dalam hal mengolah talenta, memerlukan perjuangan. Talenta bagaikan bongkahan berlian yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran seorang pengrajin berlian untuk menyingkapkan keindahan permata itu.
REFLEKSI: Sudahkah kita mengolah potensi yang kita terima dari Allah dengan sungguh-sunguh?
Mzm. 56, 57, 58; Im. 16:1-19; 1Tes. 4:13-18; Mat. 6:1-15
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



