Cover Media Cetak

young listener

young listener

1 Mei 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 1 Mei 2010
TAKUT AKAN ALLAH ADALAH KUNCI Keluaran 1:15-22
Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan ... membiarkan bayi-bayi itu hidup. (Kel. 1:17)
Para bidan di Mesir mendapat perintah Raja Mesir agar mereka langsung membunuh bayi laki-laki yang lahir dari perempuan Ibrani. Pada zaman itu perintah seorang raja adalah hukum. Siapa pun yang melanggar perintah raja berarti berhadapan dengan hukuman. Namun, Alkitab menyaksikan sebuah kenyataan sejarah yang dapat membuat kita terharu. Para bidan itu lebih memilih untuk membiarkan bayi-bayi Ibrani tetap hidup. Para bidan itu memilih untuk berhadapan dengan raja atau hukum negara yang tidak memihak kepada kehidupan. Raja Mesir dan para bidan Mesir kedua pihak memiliki kesem, patan dan kuasa untuk ikut menentukan bagaimana nasib bayibayi Ibrani. Keduanya menggunakan kesempatan dan kuasanya secara berbeda. Raja menggunakan kuasanya untuk membinasakan, sementara para bidan menggunakan kuasanya untuk mendukung kehidupan. Namun, risiko yang ditempuh para bidan itu tidak sia-sia. Penyelamatan bayi Musa juga berarti penyelamatan ribuan orang Israel dari penindasan Mesir. Apa yang membuat mereka berbuat hal yang berbeda? Takut akan Allah adalah kuncinya. Raja Mesir tidak takut akan Allah, sedangkan para bidan itu takut akan Allah. Orang yang takut kepada Allah –Sang Pemberi Kehidupan— tentunya akan mencintai kehidupan dan berusaha menyelamatkan hidup semua makhluk ciptaan Allah.
REFLEKSI: Setiap talenta harus ditempatkan di dalam sikap takut akan Allah.
Mzm. 55; Kel. 40:18-38; 1Tes. 4:1-12; Mat. 5:38-48
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.