Cover Media Cetak

young listener

young listener

30 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 30 April 2010
SAHABAT YANG MENCINTAI DUNIA 2 Timotius 4:9-11
... Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. (2Tim. 4:10)
Tidak ada yang paling menyedihkan ketika seorang sahabat meninggalkan diri kita di saat kita sangat membutuhkannya. Namun, itulah yang dialami Rasul Paulus ketika berada dalam penjara di kota Roma. Rasul Paulus sedang mendekati saat-saat terakhir eksekusi mati. Namun Demas, sahabatnya, pergi meninggalkan Rasul Paulus karena “mencintai dunia ini”. Demas memilih pergi ke Tesalonika yang merupakan kota dagang yang cukup besar. Tampaknya Demas ingin mengumpulkan kekayaan duniawi dengan mengabaikan Rasul Paulus sendirian di dalam penjara. Pada saat kita sukses, umumnya banyak orang menganggap kita adalah sahabatnya. Namun, pada saat kita mengalami kegagalan, para sahabat itu meninggalkan kita. Mereka berubah seolah-olah tidak lagi mengenal kita. Padahal saat kita mengalami kegagalan, kita sangat membutuhkan sahabat yang mau mendampingi dan menguatkan kita. Tampaknya dalam beberapa kasus beberapa orang hanya mencintai harta atau kesuksesan kita, tetapi tidak peduli dengan diri kita. Seperti Demas, mereka juga segera meninggalkan kita dan memilih untuk mencari keuntungan duniawi. Bagaimana dengan sikap kita sendiri? Apakah kita tetap setia kepada sahabat yang sedang mengalami kesusahan dan kegagalan? Ataukah kita juga seperti Demas yang meninggalkan Rasul Paulus? Berbahagialah jika kita selalu mau menjadi sahabat di saat sahabat kita mengalami kegagalan dan kesusahan.
DOA: Tuhan Yesus, Sahabat Sejati, mampukanlah kami agar kami juga dapat menjadi sahabat sejati bagi sesama kami. Amin.
Mzm. 40, 54; Kel. 34:18-35; 1Tes. 3:1-13; Mat. 5:27-37
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.