
14 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 14 April 2010
MENCARI JODOH Rut 3:1-3
“Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?” (Rut. 3:1)
Ciri dari cerita anak-anak H.C. Andersen adalah hampir selalu berakhir dengan perkawinan. Padahal Andersen sendiri tidak pernah menikah. Rupanya pengarang besar ini patah hati setelah cintanya kepada seorang penyanyi opera Swedia, Jenny Lind, ternyata bertepuk sebelah tangan. Memang banyak orang memiliki obsesi bahwa perkawinan merupakan jalan hidup yang bahagia. Akibatnya, bila mereka tidak menikah, mereka menganggap hidup mereka gagal dan kurang berarti. Setelah Rut menjanda sekian lama, Naomi ingin Rut dapat hidup bahagia dengan menikah kembali. Banyak orang tua menjadi cemas karena melihat anak gadisnya belum mau membangun rumah tangga. Mereka mendesak anak gadisnya agar segera berhubungan lebih serius dengan seorang pria yang mampu mencintai mereka. Namun, setelah tidak berhasil mendesak anak gadisnya menikah, para orang tua tersebut mulai memaksakan agar anak gadisnya menikah dengan pria pilihan orang tua. Sebagian pilihan dari orang tua tersebut membawa kebahagiaan dan kelanggengan perkawinan. Namun, sebagian besar kandas. Penyebabnya adalah begitu sering keputusan orang tua tidak didasarkan kepada rencana dan kehendak Tuhan. Kita sering menganggap bahwa perkawinan merupakan cara yang ampuh untuk membawa kehidupan yang lebih bahagia. Padahal tidak semua orang diberi karunia oleh Tuhan untuk menikah dan membangun rumah tangga.
DOA: Ya Allah, mampukan kami untuk selalu mengedepankan kehendak-Mu dan tidak memaksakan kehendak kami sendiri. Amin.
Mzm. 119:1-24; Kel. 15:22-16:10; 1Ptr. 2:1-10; Yoh. 15:1-11
Rabu, 14 April 2010
MENCARI JODOH Rut 3:1-3
“Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?” (Rut. 3:1)
Ciri dari cerita anak-anak H.C. Andersen adalah hampir selalu berakhir dengan perkawinan. Padahal Andersen sendiri tidak pernah menikah. Rupanya pengarang besar ini patah hati setelah cintanya kepada seorang penyanyi opera Swedia, Jenny Lind, ternyata bertepuk sebelah tangan. Memang banyak orang memiliki obsesi bahwa perkawinan merupakan jalan hidup yang bahagia. Akibatnya, bila mereka tidak menikah, mereka menganggap hidup mereka gagal dan kurang berarti. Setelah Rut menjanda sekian lama, Naomi ingin Rut dapat hidup bahagia dengan menikah kembali. Banyak orang tua menjadi cemas karena melihat anak gadisnya belum mau membangun rumah tangga. Mereka mendesak anak gadisnya agar segera berhubungan lebih serius dengan seorang pria yang mampu mencintai mereka. Namun, setelah tidak berhasil mendesak anak gadisnya menikah, para orang tua tersebut mulai memaksakan agar anak gadisnya menikah dengan pria pilihan orang tua. Sebagian pilihan dari orang tua tersebut membawa kebahagiaan dan kelanggengan perkawinan. Namun, sebagian besar kandas. Penyebabnya adalah begitu sering keputusan orang tua tidak didasarkan kepada rencana dan kehendak Tuhan. Kita sering menganggap bahwa perkawinan merupakan cara yang ampuh untuk membawa kehidupan yang lebih bahagia. Padahal tidak semua orang diberi karunia oleh Tuhan untuk menikah dan membangun rumah tangga.
DOA: Ya Allah, mampukan kami untuk selalu mengedepankan kehendak-Mu dan tidak memaksakan kehendak kami sendiri. Amin.
Mzm. 119:1-24; Kel. 15:22-16:10; 1Ptr. 2:1-10; Yoh. 15:1-11
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



