Cover Media Cetak

young listener

young listener

13 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 13 April 2010
ULURAN KASIH Rut 2:18-23
“... Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu.” (Rut 2:19)
Kasih senantiasa terulur untuk memberi. Seperti sungai yang terus mengalir, kasih selalu mengalir memberi kehidupan kepada lingkungan sekitarnya. Karena uluran kasih, terbentuklah rantai kehidupan yang saling menopang dan saling menghidupi. Namun, ketika salah satu unsur menolak untuk memberi, maka perlahanlahan rantai kehidupan itu terputus. Karena itu, uluran kasih merupakan wujud pemeliharaan Allah agar kehidupan tetap berlangsung secara harmonis. Selama bekerja di ladang Boas, Rut mendapat cukup rezeki. Ia pun tidak pernah melupakan segala keperluan Naomi. Ia memerankan diri sebagai tulang punggung keluarga. Tanggung jawabnya lahir dari uluran kasih. Walau Rut seorang perempuan Moab, ia mampu mengulurkan kasih kepada Naomi. Uluran kasih Rut menjadi simbol dari kasih yang menembus batas kesukuan dan segala bentuk kepentingan diri. Karena itu, respons dari Naomi adalah menaikkan doa berkat. Naomi mengalami kebaikan Allah yang dinyatakan melalui uluran kasih Rut. Rut pun merasakan kebaikan Allah melalui uluran kasih Boas. Saat krisis menerpa, banyak orang berkeluh-kesah. Namun, krisis tidak pernah dapat diatasi dengan keluh-kesah. Krisis atau persoalan hidup akan teratasi ketika setiap orang saling mengulurkan tangan dan menyalurkan berkat. Kita perlu senantiasa menyisihkan berkat yang kita miliki agar orang-orang di sekitar kita menikmati berkat Allah yang terulur melalui tangan kita.
DOA: Allah, mampukanlah kami untuk mengulurkan tangan kepada sesama di sekitar kami. Amin.
Mzm. 5, 6; Kel. 15:1-21; 1Ptr. 1:13-25; Yoh. 14:18-31
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.