Cover Media Cetak

young listener

young listener

11 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Minggu, 11 April 2010
TIDAK BERPANGKU TANGAN Rut 2:1-7
“Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” (Rut. 2:2)
Sebagian orang yang terkena PHK memilih untuk menganggur karena mereka tidak menemukan pekerjaan yang setara dengan pekerjaan sebelumnya. Mereka beranggapan nilai pekerjaan harus mendukung tingkat status sosial atau prestise yang pernah mereka miliki. Akibatnya mereka selalu menolak untuk melakukan pekerjaan yang sebenarnya tersedia di hadapan mereka karena pekerjaan tersebut dianggap “rendah” atau kurang dihargai oleh masyarakat. Bagi Rut, nilai kasih dan kesetiaan kepada Naomi lebih besar daripada sekadar “prestise” atau sebongkah harga diri. Rut rela untuk memungut bulir-bulir jelai gandum yang diperuntukkan bagi orang miskin atau orang asing. Hukum Taurat mengatur agar semua pemilik tanah atau kebun membiarkan bulir-bulir gandum yang tercecer untuk dipungut oleh orang miskin dan orang asing (Im. 19:10). Dalam konteks masa kini, Rut dengan rela dan penuh kasih bersedia menjadi seorang pemulung asalkan dia dapat memelihara Naomi di masa tuanya. Mungkin ada orang di sekitar kita yang memilih berpangku tangan dan merasa malu untuk bekerja. Hambatan mental mereka adalah sikap feodalistis, yang selalu memilih-milih pekerjaan tetapi tidak pernah diwujudkan dalam tindakan nyata. Padahal dalam pandangan iman Kristen setiap bidang pekerjaan adalah kudus di hadapan Allah. Berkat Allah senantiasa tercurahkan dalam setiap bidang pekerjaan asalkan kita lakukan dengan rajin, ulet, jujur, dan berdedikasi.
DOA: Allah sumber berkat, mampukanlah kami untuk bertanggung jawab dalam menopang kehidupan keluarga kami. Amin.
Kis. 5:27-32; Mzm. 118:14-29; Why. 1:4-8; Yoh. 20:19-31
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.