Cover Media Cetak

young listener

young listener

8 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 8 April 2010
SAHABAT YANG SETIA Rut 1:7-14
... Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya. (Rut 1:14)
Saat seseorang sukses dan berlimpah harta, setiap orang mengakuinya sebagai sahabat. Namun, ketika ia jatuh miskin, segera tidak ada seorang pun mau mengakuinya sebagai sahabat. Karena itu, seorang sahabat sejati justru terlihat saat kita mengalami kegagalan, miskin, dan kehilangan segala-galanya. Ia tetap setia dan sikapnya tidak pernah berubah. Ketika kita kehilangan pekerjaan, terbelit utang, dan jatuh terpuruk, apakah kita juga kehilangan semua sahabat? Hati kita akan diteguhkan dengan rasa syukur manakala sahabat kita tetap setia dan mengasihi kita. Naomi telah kehilangan suami dan kedua anak laki-lakinya. Di saat duka, Naomi tetap didampingi oleh menantunya, Rut. Sebenarnya sama seperti Orpa, Rut pun memiliki hak untuk meninggalkan Naomi. Rut masih sangat muda dan berhak pula untuk menikah dengan pria Moab, orang sebangsanya. Namun demikian, hati Rut tetap berpaut kepada Naomi, seorang perempuan tua dan janda miskin. Bagi Naomi, Rut bukan hanya seorang menantu yang baik tetapi juga pribadi yang berjiwa sahabat sejati. Apakah kita juga mau memerankan diri seperti Rut yang tetap mengasihi dengan setia teman-teman kita yang sedang jatuh terpuruk? Figur Rut melukiskan karakter yang menempatkan kesetiaan dan kasih di atas segala-galanya. Lebih daripada itu, Yesus Kristus adalah sahabat yang sejati. Ia tetap mengasihi saat kita kehilangan segalanya. Sungguh menakjubkan, kelak dari keturunan Rut lahirlah Yesus Kristus.
DOA: Tuhan Yesus, mampukan kami untuk menjadi sahabat sejati bagi setiap saudara dan teman yang sedang kesusahan. Amin.
Mzm.
146, 147; Kel. 13:3-10; 1Kor. 15:41-50; Mat. 28:16-20
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.