
7 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 7 April 2010
PULANG KAMPUNG Rut 1:5-7
Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab .... (Rut. 1:6)
Setiap orang membutuhkan pengakuan dan penghargaan dari komunitasnya. Maka tidak mengherankan bila orang yang pulang ke tanah kelahirannya setelah lama merantau ingin memperlihatkan hasil prestasi yang berhasil diraihnya. Namun, apakah yang dapat diperlihatkan Naomi kepada orang-orang di kampungnya, Betlehem? Mungkin Naomi berkemas pulang dengan hanya membawa beberapa potong pakaian dan keperluan sehari-hari. Kenyataan sering menyakitkan sebab tidak sesuai dengan harapan. Saat akan merantau dipenuhi oleh harapan, tetapi saat pulang kampung ternyata tidak berhasil membawa sesuatu yang berarti. Karena kehilangan pekerjaan, kini banyak orang terpaksa pulang kampung dalam keadaan tidak punya apa-apa. Perasaan gengsi sering membuat kita makin terluka. Banyak orang terluka karena harga diri hanya diukur dari jumlah materi yang dimiliki. Kalau kita memiliki banyak, kita akan menyombongkan diri. Namun, ketika kita tidak memiliki apa-apa, kita menganggap diri sendiri tidak berharga. Naomi memang tidak berhasil membawa apa-apa ke kampung halamannya. Namun, satu hal yang menyentuh hati adalah “ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka”. Saat kita gagal dan tidak memiliki apa-apa, apakah iman kita tetap efektif untuk mendengar bahwa Tuhan memerhatikan kita? Berbahagialah kita yang membangun nilai harga diri bukan berdasarkan apa yang kita miliki, tetapi berdasarkan pemeliharaan Tuhan.
DOA: Bapa, ampunilah kami jika kami sering membangun harga diri berdasarkan harta kami. Amin.
Mzm. 97, 99; Kel. 12:40-51; 1Kor. 15:29-41; Mat. 28:1-16
Rabu, 7 April 2010
PULANG KAMPUNG Rut 1:5-7
Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab .... (Rut. 1:6)
Setiap orang membutuhkan pengakuan dan penghargaan dari komunitasnya. Maka tidak mengherankan bila orang yang pulang ke tanah kelahirannya setelah lama merantau ingin memperlihatkan hasil prestasi yang berhasil diraihnya. Namun, apakah yang dapat diperlihatkan Naomi kepada orang-orang di kampungnya, Betlehem? Mungkin Naomi berkemas pulang dengan hanya membawa beberapa potong pakaian dan keperluan sehari-hari. Kenyataan sering menyakitkan sebab tidak sesuai dengan harapan. Saat akan merantau dipenuhi oleh harapan, tetapi saat pulang kampung ternyata tidak berhasil membawa sesuatu yang berarti. Karena kehilangan pekerjaan, kini banyak orang terpaksa pulang kampung dalam keadaan tidak punya apa-apa. Perasaan gengsi sering membuat kita makin terluka. Banyak orang terluka karena harga diri hanya diukur dari jumlah materi yang dimiliki. Kalau kita memiliki banyak, kita akan menyombongkan diri. Namun, ketika kita tidak memiliki apa-apa, kita menganggap diri sendiri tidak berharga. Naomi memang tidak berhasil membawa apa-apa ke kampung halamannya. Namun, satu hal yang menyentuh hati adalah “ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka”. Saat kita gagal dan tidak memiliki apa-apa, apakah iman kita tetap efektif untuk mendengar bahwa Tuhan memerhatikan kita? Berbahagialah kita yang membangun nilai harga diri bukan berdasarkan apa yang kita miliki, tetapi berdasarkan pemeliharaan Tuhan.
DOA: Bapa, ampunilah kami jika kami sering membangun harga diri berdasarkan harta kami. Amin.
Mzm. 97, 99; Kel. 12:40-51; 1Kor. 15:29-41; Mat. 28:1-16
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



