Cover Media Cetak

young listener

young listener

6 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 6 April 2010
DUKACITA DI PERANTAUAN Rut 1:3–5
Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya. (Rut 1:3)
Setiap orang menyadari bahwa hidup ini fana dan sementara, tetapi tidak setiap orang dapat menerima dengan rela kenyataan suatu kematian, apalagi kematian seorang kepala keluarga. Naomi dan kedua anaknya sangat terpukul dengan kematian Elimelekh di negeri rantau. Mereka kehilangan suami dan ayah sekaligus tulang punggung keluarga yang selama ini mencari nafkah. Mahlon dan Kilyon, kedua putera Elimelekh, memang berhasil membangun keluarga selama 10 tahun. Namun, sungguh menyedihkan ternyata mereka berdua juga menyusul almarhum ayahnya. Keduanya meninggal di tanah Moab sehingga Naomi kini hanya ditemani oleh kedua menantunya, Rut dan Orpa. Betapa menyedihkan sebab orang-orang yang dikasihi oleh Naomi satu demi satu meninggal, dan mereka semua meninggal di perantauan. Kita selalu berupaya membangun harapan yang lebih cerah, tetapi kenyataan sering bertolak belakang. Justru orang-orang yang kita cintai meninggalkan kita sendirian. Kita tidak mengerti mengapa Tuhan mengambil semua orang yang kita cintai, mengapa Tuhan membiarkan kita seorang diri. Seperti Naomi, kita sering sedih dan berputus asa. Namun, kita mungkin lupa bahwa sebenarnya Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan tetap mempunyai rencana yang agung. Selama kita selalu menengok ke belakang, maka kita tidak akan pernah memiliki pengharapan. Maukah kita melihat peristiwa apa pun dengan lensa iman? Lensa iman memampukan kita untuk melihat kehadiran Allah dalam setiap peristiwa.
DOA: Ya Allah, pulihkan kami dengan penghiburan-Mu agar kami dapat melihat setiap peristiwa dengan lensa iman. Amin.
Mzm. 103; Kel. 12:28-39; 1Kor. 15:12-28; Mrk. 16:9-20
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.