
5 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 5 April 2010
TERCABUT DARI TANAH TUMPAH DARAH Rut 1:1-2
Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. (Rut 1:2)
Tanah Kanaan sering disebut sebagai negeri yang berlimpah susu dan madu. Suatu sebutan untuk mengungkapkan suatu tempat yang sangat sejahtera dan berlimpah berkat. Setiap orang yang tinggal di Tanah Perjanjian tersebut tidak akan pernah kekurangan atau hidup miskin. Secara geografis memang terbukti bahwa tanah Kanaan lebih subur dibanding negeri-negeri sekitarnya. Namun, tanah Kanaan yang subur itu beberapa kali ternyata tidak luput dari kelaparan. Pada zaman Yusuf, justru tanah Mesir yang selamat dari bahaya kelaparan (Kej. 41:57). Kemudian pada zaman Hakim-hakim juga disaksikan bahwa keluarga Elimelekh bersama Naomi dan kedua anaknya terpaksa meninggalkan Betlehem di Yehuda untuk mengungsi ke tanah Moab sebagai orang asing. Bagi umat Israel, tanah Kanaan merupakan wujud dari janji berkat Allah sehingga tidak mudah bagi mereka untuk meninggalkan tanah dan keluarga mereka di sana. Demikian pula yang terjadi dalam kehidupan kita. Namun kenyataan yang pahit itu sering sulit kita elakkan. Kota atau negeri kita kurang “subur”. Jika demikian, apakah kita sebagai umat percaya juga sungguh-sungguh bertanggung jawab dengan kesejahteraan keluarga dan berupaya mencari jalan keluar yang kreatif dalam bekerja? Kita hargai keberanian anak bangsa yang berani merantau ke “tanah seberang” untuk kesejahteraan keluarga mereka.
DOA: Bapa, ajarlah kami selalu percaya akan penyertaan-Mu di mana pun kami berada. Amin.
Mzm. 93, 98; Kel. 12:14-27; 1Kor. 15:1-11; Mrk. 16:1-8
Senin, 5 April 2010
TERCABUT DARI TANAH TUMPAH DARAH Rut 1:1-2
Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. (Rut 1:2)
Tanah Kanaan sering disebut sebagai negeri yang berlimpah susu dan madu. Suatu sebutan untuk mengungkapkan suatu tempat yang sangat sejahtera dan berlimpah berkat. Setiap orang yang tinggal di Tanah Perjanjian tersebut tidak akan pernah kekurangan atau hidup miskin. Secara geografis memang terbukti bahwa tanah Kanaan lebih subur dibanding negeri-negeri sekitarnya. Namun, tanah Kanaan yang subur itu beberapa kali ternyata tidak luput dari kelaparan. Pada zaman Yusuf, justru tanah Mesir yang selamat dari bahaya kelaparan (Kej. 41:57). Kemudian pada zaman Hakim-hakim juga disaksikan bahwa keluarga Elimelekh bersama Naomi dan kedua anaknya terpaksa meninggalkan Betlehem di Yehuda untuk mengungsi ke tanah Moab sebagai orang asing. Bagi umat Israel, tanah Kanaan merupakan wujud dari janji berkat Allah sehingga tidak mudah bagi mereka untuk meninggalkan tanah dan keluarga mereka di sana. Demikian pula yang terjadi dalam kehidupan kita. Namun kenyataan yang pahit itu sering sulit kita elakkan. Kota atau negeri kita kurang “subur”. Jika demikian, apakah kita sebagai umat percaya juga sungguh-sungguh bertanggung jawab dengan kesejahteraan keluarga dan berupaya mencari jalan keluar yang kreatif dalam bekerja? Kita hargai keberanian anak bangsa yang berani merantau ke “tanah seberang” untuk kesejahteraan keluarga mereka.
DOA: Bapa, ajarlah kami selalu percaya akan penyertaan-Mu di mana pun kami berada. Amin.
Mzm. 93, 98; Kel. 12:14-27; 1Kor. 15:1-11; Mrk. 16:1-8
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



