
4 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Minggu, 4 April 2010
AIR MATA YANG MEMBUTAKAN Yohanes 20:1–18
“Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” (Yoh. 20:15)
Maria Magdalena bersedih menyaksikan makam Yesus yang telah terbuka. Ia menyangka jenazah Yesus telah dicuri orang. Kesedihan dan air matanya adalah ungkapan kasih dan keprihatinan yang dalam. Namun, kesedihan dan air mata dapat membawa efek negatif. Maria Magdalena tidak mampu melihat dan mengenali jati diri Yesus yang telah bangkit. Bahkan ia menuduh Yesus yang saat itu berada di depannya telah melakukan tindakan kriminal, yaitu mencuri jenazah Gurunya. Kesedihan dapat membutakan mata iman sehingga kita cenderung menghakimi orang lain secara semena-semena. Kesedihan dapat mendorong kita untuk terlalu mudah curiga dan menuduh seseorang sebagai penyebabnya. Itu sebabnya kita sering mengkritik orang-orang di sekitar kita. Padahal sumber permasalahan yang sesungguhnya sering terletak di dalam diri kita. Kesedihan menyebabkan kita gagal untuk membaca dan menafsirkan realita kehidupan secara jernih. Kita kehilangan kemampuan untuk bersikap objektif dan rasional. Bahkan kita kehilangan mata iman untuk melihat kehadiran Allah dalam permasalahan tersebut. Kesedihan yang sehat senantiasa melibatkan iman. Iman harus memandu kesedihan agar kita terus terarah kepada Kristus yang adalah sumber kehidupan. Iman adalah mata rohani yang memberikan pengharapan sehingga kesedihan tidak akan menghancurkan. Melalui iman, kita dimampukan untuk melihat Allah yang hadir di dalam pergumulan dan penderitaan tersebut.
DOA: Tuhan Yesus, saat kami sedang dirundung kesedihan, mampukanlah kami untuk tetap peka akan kehadiran dan penyertaan-Mu. Amin.
Kis. 10:34-43 ; Mzm. 118:1-2, 14-24; 1Kor. 15:19-26; Yoh. 20:1-18
Minggu, 4 April 2010
AIR MATA YANG MEMBUTAKAN Yohanes 20:1–18
“Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” (Yoh. 20:15)
Maria Magdalena bersedih menyaksikan makam Yesus yang telah terbuka. Ia menyangka jenazah Yesus telah dicuri orang. Kesedihan dan air matanya adalah ungkapan kasih dan keprihatinan yang dalam. Namun, kesedihan dan air mata dapat membawa efek negatif. Maria Magdalena tidak mampu melihat dan mengenali jati diri Yesus yang telah bangkit. Bahkan ia menuduh Yesus yang saat itu berada di depannya telah melakukan tindakan kriminal, yaitu mencuri jenazah Gurunya. Kesedihan dapat membutakan mata iman sehingga kita cenderung menghakimi orang lain secara semena-semena. Kesedihan dapat mendorong kita untuk terlalu mudah curiga dan menuduh seseorang sebagai penyebabnya. Itu sebabnya kita sering mengkritik orang-orang di sekitar kita. Padahal sumber permasalahan yang sesungguhnya sering terletak di dalam diri kita. Kesedihan menyebabkan kita gagal untuk membaca dan menafsirkan realita kehidupan secara jernih. Kita kehilangan kemampuan untuk bersikap objektif dan rasional. Bahkan kita kehilangan mata iman untuk melihat kehadiran Allah dalam permasalahan tersebut. Kesedihan yang sehat senantiasa melibatkan iman. Iman harus memandu kesedihan agar kita terus terarah kepada Kristus yang adalah sumber kehidupan. Iman adalah mata rohani yang memberikan pengharapan sehingga kesedihan tidak akan menghancurkan. Melalui iman, kita dimampukan untuk melihat Allah yang hadir di dalam pergumulan dan penderitaan tersebut.
DOA: Tuhan Yesus, saat kami sedang dirundung kesedihan, mampukanlah kami untuk tetap peka akan kehadiran dan penyertaan-Mu. Amin.
Kis. 10:34-43 ; Mzm. 118:1-2, 14-24; 1Kor. 15:19-26; Yoh. 20:1-18
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



