Cover Media Cetak

young listener

young listener

3 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 3 April 2010
DARI RAHIM KE MAKAM Yohanes 19:38-42
... dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. (Yoh. 19:41)
Ada persamaan antara Yesus dan kita, yakni Yesus selaku manusia dilahirkan melalui rahim seorang perempuan dan Ia juga kembali ke rahim bumi. From womb to tomb ‘dari rahim kembali ke makam’. Makam sering dimaknai sebagai tempat peristirahatan terakhir sebab kematian merupakan akhir dari segalanya. Namun makam sebagai rahim bumi juga merupakan simbolisasi dari rahim seorang perempuan yang kelak akan melahirkan seorang insan. Jadi, makam dalam iman Kristen justru mengandung janji dan harapan bahwa Allah akan membangkitkan kita dalam kehidupan yang baru. Tubuh insani kita dihancurkan, tetapi tubuh rohaniah kita dimurnikan. Karena itu, makam juga menjadi lambang pemurnian hidup, yaitu sebagai pintu gerbang memasuki persekutuan dengan Allah yang hidup. Namun pemurnian hidup tidak secara otomatis terjadi di dalam makam. Sebab makam juga pintu gerbang hukuman maut bagi orang-orang yang berdosa dan jahat di mata Tuhan dan sesamanya. Tuhan Yesus sudah bersedia solider untuk mati dan dimakamkan agar kita yang seharusnya berada di bawah hukuman Allah dapat hidup benar sebagai anak-anak Allah. Karena itu, kita harus bersedia menempatkan diri dalam rahim Kristus agar dilahirkan sebagai ciptaan baru oleh kuasa Roh Kudus. Jika demikian, makna makam ditentukan pula oleh kualitas hidup setelah kita dilahirkan dari rahim seorang perempuan. Apakah kita tetap hidup benar dan setia sampai akhir hayat?
DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami hidup benar mulai dari rahim sampai ke makam sebagaimana Engkau hidup. Amin.
Mzm. 95, 88; Rat. 3:37-58; Ibr. 4:1-16
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.