Cover Media Cetak

young listener

young listener

1 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 1 April 2010
MENGHAMBA DI TENGAH SITUASI KRISIS Yohanes 13:1-17
“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu ....” (Yoh. 13:14)
Waktu itu Yesus tahu bahwa saat-Nya telah tiba untuk menghadapi salib. Ia berada di penghujung hidup-Nya. Bagaimana respons Yesus terhadap situasi yang paling kritis sepanjang hidup-Nya? Yesus tidak mengedepankan perasaan gelisah dan takut. Ia memilih untuk mengungkapkan kasih-Nya dengan cara mencuci kaki para murid. Saat ajal menjelang, Yesus tetap mengutamakan karakter seorang hamba yang bersedia melayani dan merendahkan diri. Dalam situasi krisis, umumnya kita cenderung untuk memikirkan keadaan diri sendiri. Kita mengerahkan seluruh kemampuan, pikiran, dan perasaan terhadap situasi buruk yang sedang kita hadapi. Padahal semakin kita mengerahkan seluruh tenaga, pikiran, dan perasaan terhadap situasi kritis tersebut sebenarnya kita semakin memperdalam permasalahan tersebut. Akibatnya, kita terjerat semakin dalam dan sangat sulit untuk keluar dari dalamnya. Sebaliknya, semakin kita peduli dan mengasihi orang-orang di sekitar, kita telah menempatkan situasi kritis tersebut dalam perspektif yang lebih luhur. Saat pekabar Injil John Sung menghadapi kematiannya, ia tidak pernah mengeluh. Ia selalu mengajak orang-orang yang datang menengok untuk menyanyi dan memuji Tuhan. Betapa indah, jika kita sedang menghadapi masalah yang begitu berat dan sangat kritis, kita tetap menunjukkan kekuatan iman yang mengasihi dan melayani sesama dengan kasih Allah. Saat itulah kita telah mengubah krisis menjadi berkat.
DOA: Tuhan Yesus, mampukanlah kami menghamba seperti Engkau, bahkan di saat menghadapi permasalahan hidup yang berat. Amin.
Mzm. 102; Rat. 2:10-18; 1Kor. 10:14-17, 11:27-32; Mrk. 14:12-25
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.