
31 Maret 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 31 Maret 2010
MERDEKA! Keluaran 14:9-14
“... Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?” (Kel. 14:11)
Apa yang terjadi ketika bangsa Israel keluar dari Mesir? Belum habis langkah kaki mereka keluar dari tanah Mesir, pasukan Mesir sudah mengejar mereka. Di depan mereka terbentang Laut Teberau yang siap menelan mereka hidup-hidup. Wajarlah jika mereka mulai marah dan bertanya-tanya, “Kami mau dibawa ke mana? Kalau mau mati, mengapa mesti repot-repot keluar dari Mesir?” Kini bangsa Israel mengalami ketidaknyamanan dan ketidakpastian. Sedangkan, sebagai budak, paling tidak kehidupan bangsa Israel di tanah Mesir lebih pasti dan nyaman. Namun, itulah harga kemerdekaan! Inilah Paska yang dihayati umat Israel sebelum kedatangan Tuhan Yesus ke dunia. Sebuah perjalanan pembebasan. Dari kehidupan di bawah perbudakan kepada kehidupan di bawah kemerdekaan. Bukankah ini juga hakikat Paska yang akan kita rayakan? Kebangkitan Tuhan Yesus juga merupakan pemerdekaan hidup. Pemerdekaan dari dosa. Seseorang yang hidup merdeka tentu tidak akan menyia-nyiakan hidupnya. Jika kita telah dimerdekakan dari dosa, kita tidak bisa tinggal di dalam dosa lagi. Memang tidak mudah sebab dosa sering kali lebih enak dan nyaman. Tidak sedikit orang Kristen yang jatuh pada dosa yang sama. Namun, ingatlah bahwa kita adalah orang-orang yang merdeka. Karena itu, jangan biarkan dosa yang menguasai kita, melainkan Roh Allah yang tetap tinggal di dalam hati kita.
REFLEKSI: Hidup sebagai orang merdeka berarti melihat ke belakang untuk maju lima langkah ke depan.
Mzm. 55; Rat. 2:1-9; 2Kor. 1:23-2:11; Mrk. 12:1-11
Rabu, 31 Maret 2010
MERDEKA! Keluaran 14:9-14
“... Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?” (Kel. 14:11)
Apa yang terjadi ketika bangsa Israel keluar dari Mesir? Belum habis langkah kaki mereka keluar dari tanah Mesir, pasukan Mesir sudah mengejar mereka. Di depan mereka terbentang Laut Teberau yang siap menelan mereka hidup-hidup. Wajarlah jika mereka mulai marah dan bertanya-tanya, “Kami mau dibawa ke mana? Kalau mau mati, mengapa mesti repot-repot keluar dari Mesir?” Kini bangsa Israel mengalami ketidaknyamanan dan ketidakpastian. Sedangkan, sebagai budak, paling tidak kehidupan bangsa Israel di tanah Mesir lebih pasti dan nyaman. Namun, itulah harga kemerdekaan! Inilah Paska yang dihayati umat Israel sebelum kedatangan Tuhan Yesus ke dunia. Sebuah perjalanan pembebasan. Dari kehidupan di bawah perbudakan kepada kehidupan di bawah kemerdekaan. Bukankah ini juga hakikat Paska yang akan kita rayakan? Kebangkitan Tuhan Yesus juga merupakan pemerdekaan hidup. Pemerdekaan dari dosa. Seseorang yang hidup merdeka tentu tidak akan menyia-nyiakan hidupnya. Jika kita telah dimerdekakan dari dosa, kita tidak bisa tinggal di dalam dosa lagi. Memang tidak mudah sebab dosa sering kali lebih enak dan nyaman. Tidak sedikit orang Kristen yang jatuh pada dosa yang sama. Namun, ingatlah bahwa kita adalah orang-orang yang merdeka. Karena itu, jangan biarkan dosa yang menguasai kita, melainkan Roh Allah yang tetap tinggal di dalam hati kita.
REFLEKSI: Hidup sebagai orang merdeka berarti melihat ke belakang untuk maju lima langkah ke depan.
Mzm. 55; Rat. 2:1-9; 2Kor. 1:23-2:11; Mrk. 12:1-11
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



