Cover Media Cetak

young listener

young listener

13 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 13 Maret 2010
NUMERO UNO? Lukas 23:39-43
“Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Luk. 23:42)
Memang tidak ada salahnya menjadi nomor satu. Namun, ketika orang ingin menjadi nomor satu, sering kali cara-cara tidak benar dilakukannya demi mendapatkan posisi nomor satu itu. Cara-cara yang tidak benar itu merugikan orang lain. Orang lain bukan lagi dipandang sebagai teman. Mereka menjadi saingan yang harus dikalahkan. Akhirnya semua hanya dihabiskan untuk diri sendiri. Ciri manusia seperti itu juga tercermin pada salah satu penjahat yang disalib bersama dengan Tuhan Yesus. Penjahat ini meminta Tuhan Yesus untuk menyelamatkan dirinya juga jika Ia memang Kristus. Ia tidak menyadari bahwa permintaannya justru menjadi hujatan bagi Anak Allah yang tersalib itu. Sedangkan penjahat lainnya justru sebaliknya. Dirinya tidak penting, namun ia memohon jika Tuhan Yesus nanti datang sebagai Raja, ingatlah dirinya. Sebuah permintaan yang mengisyaratkan bahwa dirinya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Permintaan yang juga sekaligus menjadi sebuah cerminan bahwa Tuhan Yesus sendiri berada di kayu salib itu bukan untuk diri-Nya sendiri. Kayu salib menjadi tanda bahwa diri-Nya bukan yang menjadi fokus. Manusia yang dikasihi-Nya yang menjadi fokus pelayanan-Nya di dunia. Bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita termasuk orang yang ingin menjadi nomor satu melalui cara-cara yang tidak benar ataukah kita termasuk orang yang mampu menyadari bahwa , tidak menjadi nomor satu pun bukan masalah besar.
REFLEKSI: Menjadi nomor satu itu menyenangkan, namun tidak menjadi nomor satu juga bukan masalah besar.
Mzm. 87, 90; Kej. 47:27-48:7; 1Kor. 10:1-13; Mrk. 7:1-23
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.