Cover Media Cetak

young listener

young listener

10 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 10 Maret 2010
DICARI: SIMON DARI KIRENE Lukas 23:26-32
... mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkannya salib itu di atas bahunya .... (Luk. 23:26)
Manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan sesamanya. Hal ini pun dialami Tuhan Yesus dalam perjalanan menuju Golgota. Perjalananan Tuhan Yesus menuju Golgota bukan perjalanan yang mudah. Jalanan yang panjang, berdebu, dan berbatu itu dilalui-Nya dengan memanggul salib. Berkali-kali Tuhan Yesus jatuh, dan berkali-kali itu pula siksaan, cacian, dan cemoohan diterimaNya. Hingga suatu ketika muncullah Simon dari Kirene. Ia membawa salib itu sampai ke atas bukit Golgota. Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus –sang pembuat mukjizat— ternyata sekarang tidak lagi hebat dan seperkasa seperti dulu. Jika dulu Ia menyembuhkan orang sakit, menggandakan roti untuk banyak orang, sekarang untuk memanggul salib-Nya sendiri pun Ia tidak mampu. Ia memerlukan Simon dari Kirene untuk memanggulkan salib untuk-Nya. Simon dari Kirene menjadi sebuah gambaran bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Ia pun juga menjadi gambaran bahwa di dalam hidup ini ada saatnya untuk berbagi beban. Bukan hanya membagi beban, tetapi juga dibagi beban oleh yang lain. Ketika beban itu dibagi, perjalanan kembali dapat dilanjutkan. Di tengah arus kehidupan yang individualistis ini, dibutuhkan orang-orang seperti Simon dari Kirene. Dibutuhkan seseorang yang peduli akan penderitaan sesamanya. Dibutuhkan seseorang yang rela dan bersedia membantu meringankan beban sesamanya. Andakah orangnya?
REFLEKSI: Banyak yang ingin membagi beban, namun sedikit yang ingin dibagi beban.
Mzm. 119:97-120; Kej. 45:16-28; 1Kor. 8:1-13; Mrk. 6:13-29
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.