Cover Media Cetak

young listener

young listener

7 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Minggu, 7 Maret 2010
SALIB ADALAH BUKTI CINTA TUHAN Yohanes 15:9-17
“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yoh. 15:13)
Cinta –sebuah kata yang sarat dengan makna. Sudah beribu-ribu lagu digubah atas nama cinta. Tidak sedikit puisi ditulis dengan tema cinta. Cinta milik semua orang: tua muda, miskin kaya, cantik tak cantik. Cinta menembus batas-batas ekonomi, sosial, dan budaya. Cintalah yang membuat kehidupan dapat terus dijalani. Di hadapan para murid-Nya, Tuhan Yesus menjelaskan bahwa tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang sahabat yang mengorbankan dirinya untuk sahabat-sahabatnya. Dalam hal ini Tuhan Yesus tidak hanya berbicara secara teori. Ia sendiri menjadi teladan nyata. Jika manusia di dunia ini berlomba-lomba untuk mendapatkan cinta, tidak demikian halnya dengan Tuhan Yesus. Ia justru mengorbankan diri-Nya sendiri untuk memberikan cinta. Cinta yang Ia berikan dijalani melalui serentetan penderitaan – sampai Ia harus dicambuk, memikul salib, berlumuran darah, terjatuh, bahkan dipaku kaki dan tangan-Nya. Untuk inilah Ia datang ke dunia, mewujudnyatakan apa yang disebut Cinta. Kita tentu pernah mengalami apa yang namanya jatuh cinta. Ketika kita jatuh cinta, banyak hal yang akan kita lakukan untuk orang yang kita cinta itu. Salib telah menjadi bukti nyata cinta Tuhan Yesus kepada kita. Salib adalah lambang keadilan Allah. Keadilan itu nyata melalui keberpihakan-Nya kepada yang lemah. Kita pun diundang untuk membuktikan cinta dan keberpihakan kita kepada yang lemah.
REFLEKSI: Jika salib adalah bukti cinta Allah, apakah bukti cinta Anda kepada Allah?
Yes. 55:1-9; Mzm. 63:1-8; 1Kor. 10:1-13; Luk. 13:1-9
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.