Cover Media Cetak

young listener

young listener

5 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 5 Maret 2010
KAMIS PUTIH Lukas 22:14-23
“Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” (Luk. 22:19)
Dapatkah Anda membayangkan suasana sedih dalam perjamuan terakhir Tuhan Yesus beserta dengan murid-murid-Nya? Saat itu Tuhan Yesus memberitakan penderitaan yang segera dialami-Nya. Ia juga mengatakan bahwa ada di antara mereka yang duduk semeja makan dengan-Nya akan mengkhianati-Nya. Tuhan Yesus bisa saja menggagalkan rencana murid yang akan mengkhianati-Nya. Namun, bukan ini yang dilakukan Tuhan Yesus. Dalam jamuan makan malam terakhir itu, Tuhan Yesus meminta para murid untuk senantiasa mengenang malam itu –malam ketika Tuhan Yesus menunjukkan kasih-Nya. Roti dan anggur yang menjadi menu malam itu adalah simbol diri-Nya. Tuhan Yesus memberikan hidup-Nya untuk para murid-Nya. Bukan hanya untuk yang tidak mengkhianati-Nya, tetapi juga untuk yang akan mengkhianatiNya. Jika pada umumnya seseorang mencari cara untuk tidak berkorban bagi orang lain, Tuhan Yesus justru memberikan hidupNya untuk orang lain. Ibadah Kamis Putih membantu kita melihat bahwa ada kasih yang tidak mengenal batas. Ada kasih yang tidak menuntut orang lain untuk membalas apa yang diberikan, tetapi menuntut diri sendiri untuk memberikan yang terbaik. Semeja makan dengan Kristus berarti bukan sekadar makan dan minum, akan tetapi lebih dari itu, yaitu berani memberi yang terbaik kepada orang lain tanpa pamrih.
REFLEKSI: Mengasihi orang yang mengasihi kita adalah mudah, tetapi mengasihi orang yang tidak mengasihi kita itu luar biasa.
Mzm. 69; Kej. 43:1-15; 1Kor. 7:1-9; Mrk. 4:35-41
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.