Cover Media Cetak

young listener

young listener

4 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 4 Maret 2010
BERSAMA MEREKA YANG MENDERITA Yohanes 11:1-44
Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. (Yoh. 11:38)
Eko, seorang siswa SD di Tegal, melakukan percobaan bunuh diri. Ia menggantung dirinya dengan selendang, namun ia berhasil ditemukan ibunya. Diduga, Eko melakukan hal ini karena malu menunggak uang sekolah selama 9 bulan. Uang sekolahnya setiap bulan Rp 5.000,00. Hati kita menangis sedih karena fakta yang memilukan ini. Mungkin demikian juga perasaan Tuhan Yesus ketika berjumpa dengan Maria yang sedang berduka karena kematian Lazarus. Tuhan Yesus menangis dan hati-Nya semakin masygul ketika orang-orang di sekitarnya mempertanyakan kehebatanNya. Ia tidak berbicara ini dan itu. Ia menangis bersama Maria yang sedang berduka. Lalu Ia melakukan apa yang saat itu diperlukan oleh Maria. Tuhan Yesus tidak sedang show up kehebatan-Nya. Ia lakukan itu karena cinta-Nya kepada Maria dan Lazarus. Sekaligus kebangkitan Lazarus ini menjadi tanda bahwa Tuhan Yesus akan mengalami hal yang sama. Ia akan bangkit dari antara orang mati. Semua yang dilakukan Tuhan Yesus hanya satu alasannya, yaitu karena Kasih. Apa yang dialami oleh Eko bisa saja dialami oleh orang-orang di sekitar kita. Simpati tidaklah cukup. Di dalam penghayatan akan kebangkitan Kristus, kita dipanggil untuk bertindak seperti Tuhan Yesus. Mendampingi mereka yang terluka dan menderita. Kesediaan kita untuk duduk diam dan bahkan menangis bersama mereka, berbicara lebih banyak daripada kata-kata yang keluar dari mulut kita.
REFLEKSI: Dalam duka mungkin kita tidak perlu berkata-kata.
Mzm. 70, 71; Kej. 42:29-38; 1Kor. 6:12-30; Mrk. 4:21-34
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.