Cover Media Cetak

young listener

young listener

2 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 2 Maret 2010
RABU ABU Yunus 3:1-10
“... sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kej. 3:19)
Tidak ada yang abadi di dunia ini. Segala sesuatu fana. Kefanaan inilah yang menjadi tema di dalam Ibadah Rabu Abu. Rabu Abu merupakan 40 hari sebelum Paska dan menjadi pembukaan masa Prapaska. Abu merupakan benda yang tidak asing bagi bangsa Israel. Abu digunakan sebagai simbol pertobatan dan penyesalan. Di dalam Yunus 3:1-10, tatkala penghukuman Tuhan diberitakan kepada bangsa Niniwe, mereka menanggapinya dengan mengenakan kain kabung. Bahkan Raja Niniwe tanpa segan-segan meninggalkan singgasananya untuk duduk di atas abu. Sebuah pertobatan yang bukan hanya berhenti pada pengakuan. Apa yang dilakukan oleh raja dan rakyat Niniwe menunjukkan bahwa pertobatan adalah perubahan sikap hidup. Perubahan sikap hidup ini adalah dampak dari pengampunan yang diberikan oleh Allah, Sang Pemberi Hidup. Abu juga menjadi sebuah gambaran bahwa hidup manusia pun akan kembali menjadi debu dan abu. Jika manusia akan kembali menjadi debu dan abu, maka pilihan yang semestinya dipilih adalah hidup dalam pertobatan. Pertobatan dan perubahan hidup inilah yang dilakukan oleh bangsa Niniwe. Dalam pembukaan masa Prapaska, umat Tuhan diajak untuk menghayati bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Penghayatan ini seharusnya dilaksanakan dengan hidup dalam pertobatan. Pertobatan yang bukan hanya teori, tetapi sikap hidup.
REFLEKSI: Hidup yang berkualitas di mata Tuhan adalah hidup yang dijalani dalam pertobatan.
Mzm. 61, 62; Kej. 42:1-17; 1Kor. 5:1-8; Mrk. 3:19b-35
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.