Cover Media Cetak

young listener

young listener

1 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 1 Maret 2010
RATAPANKU DIUBAH MENJADI TARIAN Mazmur 30:1-11
Aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang yang menari-nari .... (Mzm. 30:11)
L’Arche Community di Daybreak, Perancis adalah tempat khusus untuk orang cacat. Banyak kaum muda datang ke komunitas ini untuk hidup bersama mereka. Tidak ada rasa jijik atau takut ketika mereka melayani orang cacat di sana. Justru sepulang dari L’Arche mereka dikuatkan untuk melanjutkan hidup mereka. Di komunitas itulah Henry Nouwen belajar arti hidup. Penderitaan sering membuat seseorang menjadi miskin, begitu rendah, dan tidak berharga. Namun, di komunitas itu, penderitaan bukan sesuatu yang harus dihindari dan dipisahkan. Nouwen yakin bahwa Yesus pun memasuki kesedihan dan penderitaan yang kita alami. Tampaknya ini pula yang dialami Daud. Hidupnya diliputi dukacita karena pergumulan-pergumulannya. Pilihannya hanyalah datang kepada Sang Pemberi Hidup itu. Di hadapan Allah, Daud menyadari kepapaan dirinya. Namun, ia tidak berhenti berharap sebab ia yakin bahwa Allah pasti menolongnya. Ratapan dan keluhannya telah diubah menjadi tarian tatkala ia mengizinkan Allah untuk memasuki ruang kehidupannya. Masa Prapaska adalah momen yang mengingatkan bahwa hidup kita tidak pernah lepas dari pergumulan. Pergumulan yang dapat membuat kita menjadi miskin dan papa. Namun, jangan takut, bukankah Kristus sudah terlebih dahulu menjalani “jalan salib” bagi kita? Jalan salib-Nya telah menjadikan pergumulan yang kita hadapi menjadi sebuah tarian yang indah di hadapanNya dan sesama kita.
REFLEKSI: Undanglah Kristus untuk menari bersama di dalam tarian kehidupan kita.
Mzm. 56, 57, 58; Kej. 41:46-57; 1Kor. 4:8-21; Mrk. 3:7-19a
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.