
13 Februari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 13 Februari 2010
KAPAN KULIHAT ENGKAU DALAM PENJARA? Matius 25:31-46
Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus .... Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. (2Tim. 1:16)
Dalam beberapa kali pelayanan ke penjara, saya dapat merasakan kerinduan yang sangat besar dari mereka untuk mengalami kebebasan. Bukan hanya bebas dari hukuman, tetapi bebas dari kegagalan masa lalu. Bebas dari sikap sinis masyarakat dan keluarga yang mencap mereka sebagai orang berbahaya. Yang terjadi sering kali sebaliknya: sekalipun mereka telah menjalani hukuman penjara bertahun-tahun, namun hukuman sosial tetap harus dipikulnya seumur hidup. Pada umumnya orang mencap para tahanan sebagai orang yang bercitra negatif. Padahal belum tentu ia seorang penjahat; mungkin ia justru korban kejahatan. Takut kehilangan citra diri dan dianggap antek-antek penjahat, maka orang cenderung untuk menghindar dan melupakan mereka yang mendekam di penjara. Tidak demikian dengan Onesiforus, yang beberapa kali menjumpai Paulus dalam penjara. Ini dilakukannya karena ia yakin bahwa Paulus seorang yang benar, bahkan Paulus rela dipenjara karena memberitakan Injil Yesus Kristus. Mengunjungi orang yang terpenjara karena Kristus berarti menyambut Kristus di dalam hati. Orang-orang yang mendekam di penjara karena kejahatan ataupun karena korban kejahatan sungguh membutuhkan perhatian dan pelayanan gereja. Sebagaimana Yesus datang untuk mencari orang berdosa, maka gereja seharusnya mencari jiwa di dalam orang-orang yang terpenjara. Di sanalah tempat yang subur untuk mendapatkan jiwa-jiwa yang rindu untuk diselamatkan.
DOA: Tuhan, ampuni kami jika lalai dalam mencari jiwa yang merindukan keselamatan. Amin.
Mzm. 87, 90; Kej. 29:1-20; Rm. 14:1-23; Yoh. 8:47-59
Sabtu, 13 Februari 2010
KAPAN KULIHAT ENGKAU DALAM PENJARA? Matius 25:31-46
Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus .... Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. (2Tim. 1:16)
Dalam beberapa kali pelayanan ke penjara, saya dapat merasakan kerinduan yang sangat besar dari mereka untuk mengalami kebebasan. Bukan hanya bebas dari hukuman, tetapi bebas dari kegagalan masa lalu. Bebas dari sikap sinis masyarakat dan keluarga yang mencap mereka sebagai orang berbahaya. Yang terjadi sering kali sebaliknya: sekalipun mereka telah menjalani hukuman penjara bertahun-tahun, namun hukuman sosial tetap harus dipikulnya seumur hidup. Pada umumnya orang mencap para tahanan sebagai orang yang bercitra negatif. Padahal belum tentu ia seorang penjahat; mungkin ia justru korban kejahatan. Takut kehilangan citra diri dan dianggap antek-antek penjahat, maka orang cenderung untuk menghindar dan melupakan mereka yang mendekam di penjara. Tidak demikian dengan Onesiforus, yang beberapa kali menjumpai Paulus dalam penjara. Ini dilakukannya karena ia yakin bahwa Paulus seorang yang benar, bahkan Paulus rela dipenjara karena memberitakan Injil Yesus Kristus. Mengunjungi orang yang terpenjara karena Kristus berarti menyambut Kristus di dalam hati. Orang-orang yang mendekam di penjara karena kejahatan ataupun karena korban kejahatan sungguh membutuhkan perhatian dan pelayanan gereja. Sebagaimana Yesus datang untuk mencari orang berdosa, maka gereja seharusnya mencari jiwa di dalam orang-orang yang terpenjara. Di sanalah tempat yang subur untuk mendapatkan jiwa-jiwa yang rindu untuk diselamatkan.
DOA: Tuhan, ampuni kami jika lalai dalam mencari jiwa yang merindukan keselamatan. Amin.
Mzm. 87, 90; Kej. 29:1-20; Rm. 14:1-23; Yoh. 8:47-59
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



