Cover Media Cetak

young listener

young listener

11 Februari 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 11 Februari 2010
TOLERANSI BUKAN KOMPROMI Matius 10:34-42
“... Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” (Mat.10:34)
Seorang pemuda Kristen berpacaran dengan pemudi yang berbeda iman. Mereka berusaha untuk saling memengaruhi dan berharap untuk mengajak calon pasangannya ikut dalam keyakinan imannya. Di satu sisi, sang pemuda tidak ingin kehilangan imannya, di sisi lain ia pun tidak ingin kehilangan kekasihnya. Mana yang harus dipilih? Tentu persoalannya adalah mana yang dianggap paling penting dalam hidupnya, bukan? Akhirnya sang pemuda menyatakan dengan tegas untuk tidak melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan karena sulit membangun sebuah keluarga dengan landasan iman yang berbeda. Tidak mudah untuk mengambil keputusan berani seperti ini. Tuhan Yesus menegaskan bahwa mereka yang ingin sungguhsungguh menjadi murid-Nya harus bersedia menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya. Jika dikatakan bahwa Tuhan Yesus datang bukan untuk membawa damai, tidak dapat disimpulkan bahwa Ia datang untuk membawa permusuhan. Nas ini lebih berbicara bahwa kehadiran Tuhan bukan untuk berkompromi, melainkan untuk menuntut sebuah keputusan yang tegas. Toleransi sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Namun demikian, toleransi bukan berarti melakukan kompromi keyakinan sehingga prinsip-prinsip iman digadaikan demi menjalin kerukunan. Kerukunan bisa diciptakan bersama tanpa kita harus kehilangan pokok-pokok iman yang menuntun kita pada keselamatan yang disediakan oleh Tuhan.
DOA: Tuhan, berikan hikmat kepada kami untuk bisa bertoleransi tanpa kehilangan prinsip iman. Amin.
Mzm. 146, 147; Kej. 27:30-45; Rm. 12:9-21; Yoh. 8:21-32
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.