
8 Februari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 8 Februari 2010
HOME ALONE Amsal 17:27–18:4
Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan. (Ams. 18:1)
Home Alone adalah sebuah film komedi keluarga yang biasa diputar saat-saat menjelang Natal. Film ini menceritakan pengalaman Kevin, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun. Kesal karena perlakuan orang tua dan saudara-saudaranya terhadap dirinya, maka Kevin berharap semua orang itu hilang. Tanpa disadarinya ia tertinggal oleh orang tua dan saudara-saudaranya yang pergi berlibur. Namun, hal ini justru membuatnya senang. Ia berpikir bahwa ia berhasil menghilangkan semua anggota keluarga itu dan ia menjadi seorang yang bebas. Ia sungguh menikmati hari-hari pertamanya seorang diri, bahkan ia berhasil mengelabui dua maling yang akan menggasak rumahnya. Namun, di hari berikutnya, ia mulai merasa kesepian dan merindukan semua anggota keluarganya untuk kembali. Penulis Amsal menghargai adanya pertimbangan bersama. Orang yang merasa diri berpengertian dan tidak membutuhkan orang lain justru akan mengalami kesulitan. Orang memiliki hikmat justru karena ia bersedia belajar dari orang lain yang lebih berpengertian. Kevin dalam Home Alone pada awalnya merasa bahagia. Kondisi ini tidak bertahan lama, karena kemudian ia menyadari bahwa ia tidak bisa hidup sendiri. Ada saling ketergantungan di dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Melalui benturan-benturan sosial di tengah kehidupan keluarga dan masyarakat, kita justru dibentuk menjadi semakin dewasa.
DOA: Tuhan, terima kasih untuk keluarga dan teman yang Kau kirimkan kepada kami. Amin.
Mzm. 80; Kej. 25:19-34; Ibr. 13:1-16; Yoh. 7:37-52
Senin, 8 Februari 2010
HOME ALONE Amsal 17:27–18:4
Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan. (Ams. 18:1)
Home Alone adalah sebuah film komedi keluarga yang biasa diputar saat-saat menjelang Natal. Film ini menceritakan pengalaman Kevin, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun. Kesal karena perlakuan orang tua dan saudara-saudaranya terhadap dirinya, maka Kevin berharap semua orang itu hilang. Tanpa disadarinya ia tertinggal oleh orang tua dan saudara-saudaranya yang pergi berlibur. Namun, hal ini justru membuatnya senang. Ia berpikir bahwa ia berhasil menghilangkan semua anggota keluarga itu dan ia menjadi seorang yang bebas. Ia sungguh menikmati hari-hari pertamanya seorang diri, bahkan ia berhasil mengelabui dua maling yang akan menggasak rumahnya. Namun, di hari berikutnya, ia mulai merasa kesepian dan merindukan semua anggota keluarganya untuk kembali. Penulis Amsal menghargai adanya pertimbangan bersama. Orang yang merasa diri berpengertian dan tidak membutuhkan orang lain justru akan mengalami kesulitan. Orang memiliki hikmat justru karena ia bersedia belajar dari orang lain yang lebih berpengertian. Kevin dalam Home Alone pada awalnya merasa bahagia. Kondisi ini tidak bertahan lama, karena kemudian ia menyadari bahwa ia tidak bisa hidup sendiri. Ada saling ketergantungan di dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Melalui benturan-benturan sosial di tengah kehidupan keluarga dan masyarakat, kita justru dibentuk menjadi semakin dewasa.
DOA: Tuhan, terima kasih untuk keluarga dan teman yang Kau kirimkan kepada kami. Amin.
Mzm. 80; Kej. 25:19-34; Ibr. 13:1-16; Yoh. 7:37-52
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



