Cover Media Cetak

young listener

young listener

1 Februari 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 1 Februari 2010
TAK MENJUMPAI YANG SEPADAN Kejadian 2:15-25
... tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. (Kej. 2:20)
Kisah Tarzan si anak rimba tentu tidak asing di telinga kita, bukan? Seorang bayi laki-laki yang ditemukan dan dibesarkan oleh kawanan monyet besar, ternyata belajar banyak dari keunggulan insting para binatang. Kemampuannya berkomunikasi dengan binatang hutan menjadi keunikan tersendiri, bahkan perilakunya pun meniru binatang-binatang itu. Namun, ketika ia mulai dewasa dan menjumpai peradaban manusia, ia menyadari bahwa dirinya adalah manusia dan membutuhkan teman yang sepadan dengan dirinya. Dalam kisah Penciptaan, saat Adam menamai semua binatang sebagai tahap awal interaksinya dengan makhluk lain, ia tidak menjumpai penolong yang sepadan. Kebutuhannya adalah mendapatkan teman yang sepadan, bukan hanya menyangkut soal bentuk fisik, tetapi hal yang lebih esensial, yakni pola berpikir dan berkomunikasi. Bahkan lebih mendalam lagi, manusia adalah makhluk rohani yang diciptakan dalam rupa Allah. Adam membutuhkan penolong yang sepadan atau cocok, alias sesuai dengan citra dirinya sebagai makhluk citra Allah. Perjumpaan dirinya dengan Hawa yang diciptakan dari tulang rusuknya, seakan menjadi jawaban dari kekosongan yang dialami sebelumnya. Kehadiran Hawa melengkapi kebutuhan akan sebuah relasi yang sepadan dengan dirinya. Sejak semula manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan relasi yang sepadan.
DOA: Tuhan, terima kasih untuk pendamping, teman, saudara yang ada di sekitar kami. Amin.
Mzm. 56, 57, 58; Kej. 19:1-29; Ibr. 11:1-12; Yoh. 6:27-40
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.