
15 Januari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 15 Januari 2010
MENGAPA BEGITU TAKUT? Markus 4:35-41
“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk. 4:40)
Sudah hampir satu bulan kita menjalani 2010. Perjalanan hidup selama ini membuat kita tersadar hidup tidak menjadi lebih mudah. , Kita harus berjuang mengatasi persoalan yang bertubi-tubi. Kejahatan dan bencana sepertinya silih berganti, tidak ada habishabisnya. Ada banyak kekhawatiran. Injil Markus mengisahkan Yesus beserta murid-murid-Nya menumpang perahu. Ombak besar menerpa perahu mereka. Perahu mereka terombang-ambing. Air laut masuk ke dalam perahu. Muridmurid Yesus panik. Di manakah Yesus? Ia sedang tidur di buritan kapal. Mereka membangunkan Yesus. Mereka seolah-olah menyalahkan Yesus, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Yesus bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu, “Diam! Tenanglah!”. Angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” demikian Yesus bertanya. Mereka sangat ketakutan karena fokus mereka pada angin besar dan ombak yang mengamuk. Mereka melihat persoalan mereka sangat besar, bahkan lebih besar daripada Yesus yang selama ini mereka kenal. Apakah kita sudah mengenal Yesus, Tuhan kita? Apakah persoalan kita lebih besar dari Tuhan kita? Apakah kita percaya bahwa Tuhan peduli? Dalam keadaan tenang, Ia ada. Ketika kita menghadapi masalah, Ia juga bersama kita. Mengapa takut dan khawatir?
REFLEKSI: Tuhan Yesus lebih besar dari masalah kita.
Mzm. 16, 17; Kej. 6:1-8; Ibr. 3:12-19; Yoh. 2:1-12
Jumat, 15 Januari 2010
MENGAPA BEGITU TAKUT? Markus 4:35-41
“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk. 4:40)
Sudah hampir satu bulan kita menjalani 2010. Perjalanan hidup selama ini membuat kita tersadar hidup tidak menjadi lebih mudah. , Kita harus berjuang mengatasi persoalan yang bertubi-tubi. Kejahatan dan bencana sepertinya silih berganti, tidak ada habishabisnya. Ada banyak kekhawatiran. Injil Markus mengisahkan Yesus beserta murid-murid-Nya menumpang perahu. Ombak besar menerpa perahu mereka. Perahu mereka terombang-ambing. Air laut masuk ke dalam perahu. Muridmurid Yesus panik. Di manakah Yesus? Ia sedang tidur di buritan kapal. Mereka membangunkan Yesus. Mereka seolah-olah menyalahkan Yesus, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Yesus bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu, “Diam! Tenanglah!”. Angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” demikian Yesus bertanya. Mereka sangat ketakutan karena fokus mereka pada angin besar dan ombak yang mengamuk. Mereka melihat persoalan mereka sangat besar, bahkan lebih besar daripada Yesus yang selama ini mereka kenal. Apakah kita sudah mengenal Yesus, Tuhan kita? Apakah persoalan kita lebih besar dari Tuhan kita? Apakah kita percaya bahwa Tuhan peduli? Dalam keadaan tenang, Ia ada. Ketika kita menghadapi masalah, Ia juga bersama kita. Mengapa takut dan khawatir?
REFLEKSI: Tuhan Yesus lebih besar dari masalah kita.
Mzm. 16, 17; Kej. 6:1-8; Ibr. 3:12-19; Yoh. 2:1-12
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



