Cover Media Cetak

young listener

young listener

12 Januari 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 12 Januari 2010
HUKUM PERTAMA Matius 22:37–40
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Mat. 22:37)
Dinda sakit hati bukan main kepada Budi, pacarnya. Ia tidak mengerti mengapa kali ini Budi tidak memperkenankannya ikut berkumpul dengan kawan-kawan Budi. Menurut Dinda, kalau memang Budi mengasihinya, Budi tidak perlu menyimpan rahasia. Budi tidak perlu berkeberatan jika Dinda mengikutinya. Kasih Budi kepada Dinda serius. Namun Budi juga ingin memiliki privasi. Menghadapi hal itu, hati dan pikiran Dinda tidak sinkron. Ada konflik batin dalam dirinya. Dinda tidak dapat menerima kenyataan itu. Mereka cekcok dan akhirnya mereka berpisah. Tidak mudah mengasihi dengan segenap hati. Tuhan Yesus menjelaskan tentang mengasihi Allah –mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, dan dengan segenap akal budi. Jadi, kalaupun ada yang tidak sesuai dengan hati kita, tetaplah mengasihi-Nya. Kalaupun mungkin jiwa kita terancam maut, tetaplah bergantung kepada-Nya. Bahkan jikalau ada hal yang tidak masuk akal sekalipun, tetaplah percaya kepada-Nya. Kita perlu memiliki komitmen dalam beriman kepada-Nya. Dalam beriman kadang-kadang hati kita sulit menerima kenyataan akan pemeliharaan-Nya. Mungkin kita menghadapi hal-hal yang dilematis. Bahkan tidak jarang kita menghadapi kenyataan iman yang jauh berbeda dari keadaan pada umumnya. Akan tetapi, tetaplah percaya, maka kita tidak akan goyah menghadapi suka duka kehidupan ini.
REFLEKSI: Komitmen untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan dengan segenap akal budi.
Mzm. 5, 6; Kej. 3:1-24; Ibr. 2:1-10; Yoh. 1:19-28
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.