Cover Media Cetak

young listener

young listener

11 Januari 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 11 Januari 2010
MENYADARI KEBUTUHAN UTAMA Matius 20:29-34
“Tuhan, supaya mata kami dapat melihat.” (Mat. 20:33)
Di perempatan jalan raya sering ada anak-anak mengemis, meminta belas kasihan orang. Mereka mengemis bukan karena keinginan mereka sendiri. Mereka dieksploitasi oleh orang-orang tertentu untuk menghasilkan uang. Kemiskinan dan penderitaan membuat mereka menghadapi masa depan yang makin suram. Mereka menjadi sangat tergantung kepada orang lain. Bahkan mereka sendiri tidak mengerti apa yang menjadi kebutuhan utama mereka. Berbeda dengan kisah dua orang buta di tepi jalan. Mereka mendengar Yesus lewat disertai orang yang berbondong-bondong mengikuti-Nya. Kedua orang buta itu pun berseru, “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Mata mereka buta, tetapi telinga mereka mendengar. Mereka menjawab pertanyaan Yesus dengan sangat mantap, “Tuhan supaya mata kami dapat melihat.” Mungkin saja orang buta itu mempunyai banyak keinginan. Namun satu hal yang pasti, mereka butuh untuk dapat melihat. Yesus mengabulkan permohonan mereka. Seketika itu juga mereka dapat melihat lalu mengikuti Yesus. Apakah kita sadar akan kebutuhan kita? Jikalau Yesus bertanya, “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”, apakah yang hendak kita katakan kepada-Nya? Tentu kita menyadari bahwa keinginan kita ada banyak, namun belum tentu semua itu adalah kebutuhan kita. Dan jika Tuhan mengabulkannya, apa yang hendak kita perbuat?
REFLEKSI: Menyadari apa yang sungguh-sungguh menjadi kebutuhan kita.
Mzm. 1, 2, 3; Kej. 2:4-25; Ibr. 1:1-15; Yoh. 1:1-18
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.