Cover Media Cetak

young listener

young listener

10 Januari 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Minggu, 10 Januari 2010
TETAP BERHARAP DAN TAAT Daniel 3:8-18
“... tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Dan. 3:18)
Bencana kematian dapat datang tiba-tiba. Musibah Situ Gintung Tangerang di awal 2009 memakan korban jiwa seratus orang lebih. Ratusan rumah terhanyut. Berbagai bantuan dari pemerintah maupun masyarakat berdatangan. Namun ada juga orang yang memanfaatkan situasi itu sebagai pemandangan wisata. Kitab Daniel menyadarkan kita bahwa ancaman kematian bisa saja terjadi dalam hidup kita. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah tertuduh yang tidak taat menyembah dewa dan patung. Mereka harus menjalani hukuman dijebloskan ke dalam dapur api. Sebagai manusia normal, tentu saja mereka ingin bebas dari hukuman. Namun dengan sadar mereka menentang pemerintah pada waktu itu. Kalaupun Allah tidak meluputkan mereka dari dapur api, mereka pun akan tetap setia dan taat menyembah Allah (Dan. 3:17-18). Apa pun yang harus mereka jalani, mereka tetap menyerahkan diri kepada Allah Yang Hidup. Hidup kita dapat saja terancam. Ada berbagai kesulitan melanda hidup orang percaya. Mungkin kemiskinan, tekanan hidup dari orang yang lebih berkuasa, sakit penyakit dapat melanda hidup kita. Setiap orang tentu ingin lepas dari siksa derita. Nah, kita akan menyerahkan diri dan taat kepada siapa? Jika Allah tidak memenuhi keinginan kita, apakah kita masih akan taat dan hanya berharap kepada-Nya?
REFLEKSI: Tetap taat dan berharap kepada Tuhan.
Yes. 43:1-7; Mzm. 29; Kis. 8:14-17; Luk. 3:15-17, 21-22
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.