Cover Media Cetak

young listener

young listener

8 Januari 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 8 Januari 2010
PERCAYA DENGAN SEGENAP HATI Amsal 3:1–8
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. (Ams. 3:5)
Sejak Pak Budi menyekolahkan anak sulungnya ke luar negeri, ia sadar bahwa pengeluaran mereka setiap bulan menjadi sangat besar. Memang pekerjaan Pak Budi sekarang oke. Namun tidak ada kepastian bahwa bosnya akan terus mempekerjakannya di kantor. Jadi maklum kalau Pak Budi mulai khawatir. Ia memikirkan anaknya yang kedua yang masih di SMP dan masih membutuhkan biaya cukup besar. Sanggupkah ia membiayai anak-anaknya sampai selesai kuliah dan memenuhi kebutuhan keluarganya? Khawatir adalah hal yang manusiawi. Namun apakah khawatir akan mengubah seseorang mengalami hidup yang lebih baik? Jadi, bagaimana kita harus menyiasati hidup ini ketika kenyataan yang harus kita hadapi sulit? Apakah dengan khawatir atau dengan marah-marah? Percuma saja! Penulis Amsal mengingatkan, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Ams. 3:5). Memang benar, khawatir tidak akan mengubah keadaan. Karena itu, percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati, disertai usaha yang sungguh-sungguh. Jangan hanya mengandalkan pengertian kita sendiri, namun percayalah sumber berkat kita. Pakailah hati nurani kita. Minta kepekaan kepada Tuhan. Maka kita akan melihat bahwa tidak ada usaha yang sia-sia di dalam Dia. Bukankah pengalaman mengajarkan kita betapa indahnya hidup di dalam Dia?
REFLEKSI: Betapapun sulitnya hidup ini, mari belajar percaya kepada-Nya dengan segenap hati.
Mzm. 117, 118; Kel. 17:1-7; Kol. 1:15-23; Yoh. 7:37-52
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.