
7 Januari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 7 Januari 2010
KASIH YANG MENGAMPUNI Mazmur 51:1-12
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. (Mzm. 51:7)
“Salah lagi, minta maaf lagi. Berkali-kali demikian! Lalu apa artinya minta maaf?!” demikian Juni mengomel. Ia sangat marah dan sulit memaafkan pasangan hidupnya yang lagi-lagi berbuat salah. Bukankah kecenderungan sikap Juni juga ada pada kita semua? Ketika Saul masih hidup, Allah telah memilih Daud untuk menggantikan kedudukan Saul. Pengangkatan Daud menjadi raja melalui proses yang panjang. Daud menjadi raja yang baik. Ia menjadikan Yerusalem sebagai kota utama, kota ibadah. Ia membawa tabut Allah ke kota itu. Ia sangat dicintai rakyatnya. Ia nyaris sempurna di mata rakyat, namun bukan tanpa cacat. Ia jatuh ke dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba. Daud mengecewakan Allah. Daud harus menanggung akibat kesalahannya. Anak Daud dengan Batsyeba meninggal dunia. Tamar, salah seorang putri Daud, diperkosa oleh Absalom, anak Daud dari istri yang lain. Dosa melahirkan dosa (Bil. 24:10). Daud tidak bahagia. Ia merenung dan memohon dengan sangat kepada Allah. Ia memohon kelegaan. Kasih Allah melebihi tuntutan kesempurnaan hidup. Karena itu, Daud dapat berkata, “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mzm. 51:7). Allah tahu dan mengerti keterbatasan kita. Ia sangat menghargai kesungguhan dan ketulusan hati kita. Ia tidak selalu menuntut dan tidak selalu mendendam.
REFLEKSI: Pengampunan membawa kelegaan.
Mzm. 103; Ul. 8:1-3; Kol. 1:1-14; Yoh. 6:30-33,
Kamis, 7 Januari 2010
KASIH YANG MENGAMPUNI Mazmur 51:1-12
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. (Mzm. 51:7)
“Salah lagi, minta maaf lagi. Berkali-kali demikian! Lalu apa artinya minta maaf?!” demikian Juni mengomel. Ia sangat marah dan sulit memaafkan pasangan hidupnya yang lagi-lagi berbuat salah. Bukankah kecenderungan sikap Juni juga ada pada kita semua? Ketika Saul masih hidup, Allah telah memilih Daud untuk menggantikan kedudukan Saul. Pengangkatan Daud menjadi raja melalui proses yang panjang. Daud menjadi raja yang baik. Ia menjadikan Yerusalem sebagai kota utama, kota ibadah. Ia membawa tabut Allah ke kota itu. Ia sangat dicintai rakyatnya. Ia nyaris sempurna di mata rakyat, namun bukan tanpa cacat. Ia jatuh ke dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba. Daud mengecewakan Allah. Daud harus menanggung akibat kesalahannya. Anak Daud dengan Batsyeba meninggal dunia. Tamar, salah seorang putri Daud, diperkosa oleh Absalom, anak Daud dari istri yang lain. Dosa melahirkan dosa (Bil. 24:10). Daud tidak bahagia. Ia merenung dan memohon dengan sangat kepada Allah. Ia memohon kelegaan. Kasih Allah melebihi tuntutan kesempurnaan hidup. Karena itu, Daud dapat berkata, “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mzm. 51:7). Allah tahu dan mengerti keterbatasan kita. Ia sangat menghargai kesungguhan dan ketulusan hati kita. Ia tidak selalu menuntut dan tidak selalu mendendam.
REFLEKSI: Pengampunan membawa kelegaan.
Mzm. 103; Ul. 8:1-3; Kol. 1:1-14; Yoh. 6:30-33,
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



