Cover Media Cetak

young listener

young listener

5 Januari 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 5 Januari 2010
BERTAMBAH USIA DAN TETAP BERPENGHARAPAN Yosua 14:6-15
“Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa ....” (Yos. 14:7)
Menjadi tua adalah keadaan alamiah yang tidak dapat dihindari. Namun bagaimana menjalani masa tua, itu adalah sebuah pilihan. Ada orang yang di masa tuanya hanya mengeluh dan mengeluh karena kondisi fisik yang menurun. Tubuh mudah lemas, mata mulai kabur, pendengaran makin kurang baik, ingatan makin lemah, dan sebagainya. Sebenarnya hal itu wajar-wajar saja. Namun ada juga orang yang walaupun usianya makin bertambah lanjut dapat menjalani hidup dengan syukur. Bersyukur di dalam keterbatasannya. Kaleb sadar bahwa kini ia berusia 80 tahun. Sebuah usia yang menunjukkan ia makin tua. Semua orang tua pasti cepat atau lambat mengalami penurunan kondisi fisik. Namun di dalam iman, Kaleb makin matang dan mantap. Ia tidak menganggap ketuaan menyebabkan ia harus sedih dan tidak berdaya. Malah dengan penuh percaya, ia berani menghadapi tantangan yang lebih berat (Yos. 14:7). Dulu Tuhan telah menolong dan menyertai Kaleb dalam pengintaian tanah Kanaan. Ke depan, Kaleb juga meyakini penyertaan dan pertolongan Tuhan. Bukankah kita juga menyadari bahwa pertambahan usia tidak membebaskan kita dari tanggung jawab? Bahkan mungkin tanggung jawab kita makin bertambah besar. Pengalaman melampaui berbagai kesulitan bersama Tuhan di masa lampau kiranya menolong kita untuk memiliki keberanian seperti Kaleb.
REFLEKSI: Dalam masa senang maupun sulit, Tuhan hadir.
Mzm. 2, 110; Yun. 2:2-9; Ef. 6:10-20; Yoh. 11:17-27, 38-44
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.