
30 September 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 30 September 2010
Mengubah Dunia
Kejadian 45:1-11
Seorang raja yang bodoh mengeluh karena jalan yang kasar membuat kakinya sakit. Karenanya dengan penuh kemarahan ia memerintahkan agar seluruh negeri diberi alas kulit sapi. Pegawai istana (Titus 2:6) tertawa ketika raja menyampaikan perintah itu kepadanya. “Yang mulia, itu adalah gagasan yang gila,” serunya. “Mengapa harus mengeluarkan biaya yang sama sekali tak perlu? Tenang Yang Mulia! Kita potong saja dua alas kaki kecil kulit sapi untuk melindungi kaki Yang Mulia.” Itulah akhirnya yang dikerjakan oleh raja. Teens, mari belajar dari pengalaman Yusuf. Yusuf mengalami perlakuan buruk dari saudara-saudaranya, namun Yusuf tidak berpikir mengubah saudara-saudaranya yang jahat. Dengan penuh penguasaan diri ia menghadapi semua penderitaan, kesulitan dan cobaan di Mesir hingga akhirnya Mesir berubah menjadi bersahabat dengan Yusuf. Yusuf bukan lagi seorang yang penuh penderitaan, tapi seorang penguasa yang justru siap menolong saudarasaudara dan keluarganya yang sedang kelaparan. Lihatlah bagaimana Yusuf begitu tenang dan menguasai diri ketika bertemu saudara-saudaranya. Yusuf tidak marah dan dendam kepada saudara-saudaranya tapi justru menunjukkan kasihnya pada mereka sehingga mengubah hati saudara-saudaranya. Yusuf tidak pernah bermimpi mengubah Mesir dan saudara-saudaranya tapi penguasaan diri Yusuf justru yang mengubah mereka. Teens, apakah kamu menginginkan dunia, bangsa dan masyarakat menjadi lebih baik? Untuk mengubah bangsa ini atau dunia ini, mulailah dengan mengubah dan menguasai dirimu. Penguasaan dirimu akan mengubah dirimu lalu mengubah dunia sekitarmu menjadi lebih baik. Orang yang paling berkuasa di dunia adalah orang yang mampu mengubah dan menguasai dirinya.
Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal
Tekadku hari ini:
31
Kamis, 30 September 2010
Mengubah Dunia
Kejadian 45:1-11
Seorang raja yang bodoh mengeluh karena jalan yang kasar membuat kakinya sakit. Karenanya dengan penuh kemarahan ia memerintahkan agar seluruh negeri diberi alas kulit sapi. Pegawai istana (Titus 2:6) tertawa ketika raja menyampaikan perintah itu kepadanya. “Yang mulia, itu adalah gagasan yang gila,” serunya. “Mengapa harus mengeluarkan biaya yang sama sekali tak perlu? Tenang Yang Mulia! Kita potong saja dua alas kaki kecil kulit sapi untuk melindungi kaki Yang Mulia.” Itulah akhirnya yang dikerjakan oleh raja. Teens, mari belajar dari pengalaman Yusuf. Yusuf mengalami perlakuan buruk dari saudara-saudaranya, namun Yusuf tidak berpikir mengubah saudara-saudaranya yang jahat. Dengan penuh penguasaan diri ia menghadapi semua penderitaan, kesulitan dan cobaan di Mesir hingga akhirnya Mesir berubah menjadi bersahabat dengan Yusuf. Yusuf bukan lagi seorang yang penuh penderitaan, tapi seorang penguasa yang justru siap menolong saudarasaudara dan keluarganya yang sedang kelaparan. Lihatlah bagaimana Yusuf begitu tenang dan menguasai diri ketika bertemu saudara-saudaranya. Yusuf tidak marah dan dendam kepada saudara-saudaranya tapi justru menunjukkan kasihnya pada mereka sehingga mengubah hati saudara-saudaranya. Yusuf tidak pernah bermimpi mengubah Mesir dan saudara-saudaranya tapi penguasaan diri Yusuf justru yang mengubah mereka. Teens, apakah kamu menginginkan dunia, bangsa dan masyarakat menjadi lebih baik? Untuk mengubah bangsa ini atau dunia ini, mulailah dengan mengubah dan menguasai dirimu. Penguasaan dirimu akan mengubah dirimu lalu mengubah dunia sekitarmu menjadi lebih baik. Orang yang paling berkuasa di dunia adalah orang yang mampu mengubah dan menguasai dirinya.
Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal
Tekadku hari ini:
31
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



