
30 Juli 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 30 Juli 2010
Segitiga Sama Sisi
Matius 22:34-40
Teens, segitiga sama sisi dapat menggambarkan dengan baik relasi antara kita, Tuhan dan sesama. Garis horizontal menggambarkan hubungan kita dengan sesama. Garis vertikal menggambarkan hubungan kita dengan Allah. (Matius 22:37, 39) Suatu saat ada sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada Yesus, “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Yang bertanya adalah ahli Taurat. Dari namanya saja sudah ketahuan bahwa si ahli Taurat sangat menguasai Taurat. Ada banyak peraturan Taurat yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Jika ada sesuatu hal yang belum diatur, mereka akan berunding dan membuat aturan baru. Jadi yang disebut peraturan Taurat itu tidak lagi hanya sepuluh hukum, tetapi lebih banyak, detail dan rumit. Nah, sekarang sulit ‘kan untuk menentukan mana hukum yang paling penting. Semuanya penting. Semuanya harus ditaati. Jadi pertanyaan ini memang hanya untuk menjebak Yesus, istilahnya mencobai Yesus (ayat 35). Namun Yesus selalu tahu jawabannya. Jawaban itulah yang sering kali tidak dipahami oleh mereka yang merasa melakukan hukum Taurat. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (ayat 37). Hukum ini mengingatkan kita bagaimana seharusnya kita membangun hubungan dengan Allah. Namun tidak berhenti di situ. Yesus melanjutkan, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ayat 39). Teens, hubungan kita dengan Tuhan seharusnya memengaruhi hubungan kita dengan sesama. Jika ada orang yang berkata bahwa ia mengasihi Allah, tetapi ia menyimpan dendam dan kebencian kepada sesamanya, maka sama juga bohong. Ingat segitiga sama sisi. Semakin dekat kita dengan Allah, semakin dekat pula seharusnya kita dengan sesama. Itulah gereja.
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu ... segenap jiwamu ... segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
T k d uh r i i eak ai n:
31
Jumat, 30 Juli 2010
Segitiga Sama Sisi
Matius 22:34-40
Teens, segitiga sama sisi dapat menggambarkan dengan baik relasi antara kita, Tuhan dan sesama. Garis horizontal menggambarkan hubungan kita dengan sesama. Garis vertikal menggambarkan hubungan kita dengan Allah. (Matius 22:37, 39) Suatu saat ada sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada Yesus, “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Yang bertanya adalah ahli Taurat. Dari namanya saja sudah ketahuan bahwa si ahli Taurat sangat menguasai Taurat. Ada banyak peraturan Taurat yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Jika ada sesuatu hal yang belum diatur, mereka akan berunding dan membuat aturan baru. Jadi yang disebut peraturan Taurat itu tidak lagi hanya sepuluh hukum, tetapi lebih banyak, detail dan rumit. Nah, sekarang sulit ‘kan untuk menentukan mana hukum yang paling penting. Semuanya penting. Semuanya harus ditaati. Jadi pertanyaan ini memang hanya untuk menjebak Yesus, istilahnya mencobai Yesus (ayat 35). Namun Yesus selalu tahu jawabannya. Jawaban itulah yang sering kali tidak dipahami oleh mereka yang merasa melakukan hukum Taurat. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (ayat 37). Hukum ini mengingatkan kita bagaimana seharusnya kita membangun hubungan dengan Allah. Namun tidak berhenti di situ. Yesus melanjutkan, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ayat 39). Teens, hubungan kita dengan Tuhan seharusnya memengaruhi hubungan kita dengan sesama. Jika ada orang yang berkata bahwa ia mengasihi Allah, tetapi ia menyimpan dendam dan kebencian kepada sesamanya, maka sama juga bohong. Ingat segitiga sama sisi. Semakin dekat kita dengan Allah, semakin dekat pula seharusnya kita dengan sesama. Itulah gereja.
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu ... segenap jiwamu ... segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
T k d uh r i i eak ai n:
31
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



