Cover Media Cetak

young listener

young listener

15 Juli 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 15 Juli 2010
Proses Belajar
Roma 14:1-12
Teens, pernahkah kamu mengamati seorang bayi yang sedang belajar berjalan? Ia akan bertatih-tatih, kadang-kadang jatuh, lalu menangis. Kita memberikan semangat agar adik kecil mencoba lagi. Atau ingat saat kamu belajar naik sepeda dulu? Sepeda ber(Roma 14:7, 8) goyang-goyang. Kamu merasa ketakutan, karena tidak mampu menjaga keseimbangan lalu brakk...! Kamu jatuh. Kadang kamu tertawa, lebih banyak meringis kesakitan. Tetapi kakak yang mengajarimu tetap memberikan semangat untuk mencoba lagi. Dan sekarang? Kamu bisa lancar, bukan lagi naik sepeda, tetapi malah sepeda motor. Si adik kecil juga tidak hanya bisa berjalan, tetapi malah berlari! Itulah yang dinamakan proses belajar. Tidak boleh menyerah. Perlu dukungan semangat. Rasul Paulus menasihatkan jemaat di Roma bagaimana seharusnya memperlakukan saudara mereka “yang lemah iman”. “Terimalah orang yang lemah imannya...” (ayat 1). Yang dimaksud Paulus sebagai orang yang lemah imannya di sini adalah orang-orang yang telah menjadi percaya, namun sulit menghilangkan keyakinannya mengenai hari atau makanan tertentu. Kita tahu setiap orang percaya hidup oleh anugerah Kristus, sehingga tidak lagi tunduk pada soal hari atau makanan sebagai syarat iman. Namun sebagian orang di jemaat Roma, yang tampaknya berasal dari agama Yahudi, sulit menghilangkan keyakinan itu. Malah mereka menghakimi saudara mereka yang makan. Sebaliknya sebagian jemaat yang memahami kebebasan dalam Kristus, yang tidak lagi tunduk pada larangan mengenai makanan tertentu, malah menghina mereka yang tidak makan. Suasana saling menghina dan menghakimi ini tentu memprihatinkan. Teens, setiap kita patut menghargai saudara kita. Apa pun keadaan mereka. Sebab, Allah telah menerima mereka. Karena Allah mengasihi mereka, siapakah kita, sehingga berhak menghakimi mereka? Yang penting kita tahu bahwa setiap orang membutuhkan proses belajar dan dukungan.
Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, ... Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ....
T k d uh r i i eak ai n:
16
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.