
14 Juli 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 14 Juli 2010
Ada Gula, Ada Semut
Kisah Para Rasul 2:41-47
... Dan mereka disukai semua orang ....
Teens, pernahkah kamu mengamati kerumunan semut? Ya, semut sering kita temukan jika ada gula. Oleh karena itu kita harus menutup rapat-rapat tempat penyimpanan gula, agar semut tidak bisa masuk dan mengotori gula yang akan kita gunakan untuk minum dan makan. Karena dekatnya “hubungan” semut dan gula, sampai-sampai ada pepatah “ada gula, ada semut”. Teens, jika kita memeriksa laporan yang disusun oleh dokter Lukas dalam Kisah Para Rasul pasal 2, kita akan menemukan data yang menakjubkan. Setelah Roh Kudus dicurahkan atas murid-murid Yesus pada hari Pentakosta, sehingga mereka berani bersaksi tentang Yesus, maka ada kira-kira tiga ribu orang yang memberi diri mereka untuk dibaptis. Tidak cukup sampai di sini. Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul dan dalam persekutuan. Mereka tidak membiarkan ada saudara mereka yang kekurangan. Ayat 45 menuliskan, “... selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” Mereka makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan pada akhirnya dicatat, “Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” (ayat 47). Apa yang membuat mereka menarik perhatian orang lain, sehingga orang-orang itu ikut bergabung dengan mereka? Ya, ada gula ada semut. Tentunya dalam pengertian positif. Kehidupan yang penuh damai, kasih dan sukacita pasti menarik setiap orang untuk juga ikut mengalaminya. Teens, bagaimana dengan komunitas gereja kita? Apakah persekutuan kita mampu menarik orang-orang lain untuk bergabung dengan kita? Jika kita mampu menghadirkan damai, kasih dan sukacita, siapa yang tidak mau bersama kita? Pasti mau dong! ‘Kan ada gula, ada semut.
(Kisah Para Rasul 2:47)
T k d uh r i i eak ai n:
15
Rabu, 14 Juli 2010
Ada Gula, Ada Semut
Kisah Para Rasul 2:41-47
... Dan mereka disukai semua orang ....
Teens, pernahkah kamu mengamati kerumunan semut? Ya, semut sering kita temukan jika ada gula. Oleh karena itu kita harus menutup rapat-rapat tempat penyimpanan gula, agar semut tidak bisa masuk dan mengotori gula yang akan kita gunakan untuk minum dan makan. Karena dekatnya “hubungan” semut dan gula, sampai-sampai ada pepatah “ada gula, ada semut”. Teens, jika kita memeriksa laporan yang disusun oleh dokter Lukas dalam Kisah Para Rasul pasal 2, kita akan menemukan data yang menakjubkan. Setelah Roh Kudus dicurahkan atas murid-murid Yesus pada hari Pentakosta, sehingga mereka berani bersaksi tentang Yesus, maka ada kira-kira tiga ribu orang yang memberi diri mereka untuk dibaptis. Tidak cukup sampai di sini. Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul dan dalam persekutuan. Mereka tidak membiarkan ada saudara mereka yang kekurangan. Ayat 45 menuliskan, “... selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” Mereka makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan pada akhirnya dicatat, “Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” (ayat 47). Apa yang membuat mereka menarik perhatian orang lain, sehingga orang-orang itu ikut bergabung dengan mereka? Ya, ada gula ada semut. Tentunya dalam pengertian positif. Kehidupan yang penuh damai, kasih dan sukacita pasti menarik setiap orang untuk juga ikut mengalaminya. Teens, bagaimana dengan komunitas gereja kita? Apakah persekutuan kita mampu menarik orang-orang lain untuk bergabung dengan kita? Jika kita mampu menghadirkan damai, kasih dan sukacita, siapa yang tidak mau bersama kita? Pasti mau dong! ‘Kan ada gula, ada semut.
(Kisah Para Rasul 2:47)
T k d uh r i i eak ai n:
15
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



