
13 Juli 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 13 Juli 2010
Membangun dengan Apa?
Teens, pernahkah kamu mengamati orang-orang yang sedang bekerja membangun rumah? Mereka tidak hanya harus bekerja dengan keras, tetapi (1 Korintus 3:10b) juga teliti. Semua perhitungan dilakukan dengan cermat. Bahan-bahan yang digunakan juga dipilih yang berkualitas baik. Ini adalah syarat mutlak dalam membangun rumah yang kokoh dan baik. Jika mereka membangun secara asal-asalan dan bahan-bahan yang bermutu rendah, rumah yang akan jadi nanti, tidak bisa diharapkan berkualitas baik. Paulus, dalam teks kita, meminta jemaat untuk memerhatikan dengan serius kualitas pembangunan jemaat Tuhan. Dalam ayat 16 Paulus mengatakan bahwa jemaat adalah bait Allah. Bait Allah artinya rumah Allah. Jadi bagaimana membangun rumah Allah itu sangat penting. Apalagi rumah Allah ini dibangun di atas dasar yang kokoh yaitu Yesus Kristus. Mungkin kamu bertanya, masakan dengan fondasi yang begitu kuat, ada orang yang tega membangun dengan kualitas yang buruk? Ada. Inilah yang terjadi pada jemaat Korintus. Perselisihan, saling mengunggulkan diri, kehidupan dalam percabulan, keserakahan, egoisme benar-benar terjadi dalam kehidupan jemaat Korintus. Inilah yang membuat kualitas hidup mereka sangat buruk. Sama seperti bangunan yang rapuh dan keropos. Membangun dengan bahan-bahan berkualitas baik memang tidak mudah, bukan hanya lama, tetapi juga mahal. Tetapi kita tahu bahan-bahan yang berkualitas baik, akan lolos uji dari api. Teens, kita harus membangun kehidupan iman kita dan komunitas orang-orang percaya atau gereja kita dengan serius. Tidak bisa asal-asalan atau main gampang saja. Atau sekadar ikut mode atau trend. Seberapa kokoh kita, dibuktikan dari seberapa tahan kita dalam ujian. Mari kita perhatikan dengan saksama bagaimana kita hidup. Semoga kita menang!
Tetapi tiap-tiap oang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
1 Korintus 3:10-16
T k d uh r i i eak ai n:
14
Selasa, 13 Juli 2010
Membangun dengan Apa?
Teens, pernahkah kamu mengamati orang-orang yang sedang bekerja membangun rumah? Mereka tidak hanya harus bekerja dengan keras, tetapi (1 Korintus 3:10b) juga teliti. Semua perhitungan dilakukan dengan cermat. Bahan-bahan yang digunakan juga dipilih yang berkualitas baik. Ini adalah syarat mutlak dalam membangun rumah yang kokoh dan baik. Jika mereka membangun secara asal-asalan dan bahan-bahan yang bermutu rendah, rumah yang akan jadi nanti, tidak bisa diharapkan berkualitas baik. Paulus, dalam teks kita, meminta jemaat untuk memerhatikan dengan serius kualitas pembangunan jemaat Tuhan. Dalam ayat 16 Paulus mengatakan bahwa jemaat adalah bait Allah. Bait Allah artinya rumah Allah. Jadi bagaimana membangun rumah Allah itu sangat penting. Apalagi rumah Allah ini dibangun di atas dasar yang kokoh yaitu Yesus Kristus. Mungkin kamu bertanya, masakan dengan fondasi yang begitu kuat, ada orang yang tega membangun dengan kualitas yang buruk? Ada. Inilah yang terjadi pada jemaat Korintus. Perselisihan, saling mengunggulkan diri, kehidupan dalam percabulan, keserakahan, egoisme benar-benar terjadi dalam kehidupan jemaat Korintus. Inilah yang membuat kualitas hidup mereka sangat buruk. Sama seperti bangunan yang rapuh dan keropos. Membangun dengan bahan-bahan berkualitas baik memang tidak mudah, bukan hanya lama, tetapi juga mahal. Tetapi kita tahu bahan-bahan yang berkualitas baik, akan lolos uji dari api. Teens, kita harus membangun kehidupan iman kita dan komunitas orang-orang percaya atau gereja kita dengan serius. Tidak bisa asal-asalan atau main gampang saja. Atau sekadar ikut mode atau trend. Seberapa kokoh kita, dibuktikan dari seberapa tahan kita dalam ujian. Mari kita perhatikan dengan saksama bagaimana kita hidup. Semoga kita menang!
Tetapi tiap-tiap oang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
1 Korintus 3:10-16
T k d uh r i i eak ai n:
14
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



