
1 Juli 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 1 Juli 2010
Dipanggil untuk Diutus
1 Petrus 2:9-10
... kamulah bangsa yang terpilih, ... supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu ....
Teens, coba amati kebaktian di gerejamu. Apakah kamu menjumpai banyak orang terlambat, yang baru tiba saat kebaktian sudah mulai atau malah menjelang khotbah? Atau kamu termasuk (1 Petrus 2:9) dalam rombongan orang-orang terlambat juga? Mungkin kamu berkata: “Yang penting kan aku datang! Daripada tidak sama sekali?” Tapi, apa betul begitu, ya? Memang ada banyak orang berkata: “Kalau khotbahnya belum mulai, ya tidak apa-apa!” Apa pendapatmu, Teens? Khotbah atau pemberitaan Firman dalam kebaktian memang penting. Tetapi bagian lain bukan berarti tidak penting. Sebuah kebaktian dimulai pada saat “Panggilan Beribadah”, sebagai ungkapan keyakinan bahwa kebaktian hanya terjadi karena Tuhan memanggil kita. Lalu diteruskan votum, proklamasi kehadiran Allah. Masakan pada saat proklamasi kehadiran Allah, kita tidak ada atau belum datang? Ibadah kemudian diakhiri dengan “Pengutusan”, yang disertai dengan “Berkat”. Nah, di sini sebagian orang juga sering salah paham. Mereka berpikir, karena ibadah diakhiri dengan berkat, maka asalkan masih bisa terima berkat, tidak masalah. Malah ada yang datang kebaktian hanya untuk menerima berkat. Teens, apa yang sedang kita bicarakan ini adalah hakikat gereja, yang terungkap dalam liturgi atau kebaktian kita. Kita dipanggil oleh Allah, untuk kemudian diutus. Inilah gereja! Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil oleh Allah dari dunia yang berdosa, untuk kemudian diutus kembali ke tengah dunia untuk memberitakan “perbuatan-perbuatan besar dari Dia, yang telah memanggil kamu...” Luar biasa, bukan?! Nah, Teens, ketika kamu mengalami panggilan Allah, sambutlah dengan gembira. Dan percayalah, berkat Allah akan menyertaimu.
T k d uh r i i eak ai n:
2
Kamis, 1 Juli 2010
Dipanggil untuk Diutus
1 Petrus 2:9-10
... kamulah bangsa yang terpilih, ... supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu ....
Teens, coba amati kebaktian di gerejamu. Apakah kamu menjumpai banyak orang terlambat, yang baru tiba saat kebaktian sudah mulai atau malah menjelang khotbah? Atau kamu termasuk (1 Petrus 2:9) dalam rombongan orang-orang terlambat juga? Mungkin kamu berkata: “Yang penting kan aku datang! Daripada tidak sama sekali?” Tapi, apa betul begitu, ya? Memang ada banyak orang berkata: “Kalau khotbahnya belum mulai, ya tidak apa-apa!” Apa pendapatmu, Teens? Khotbah atau pemberitaan Firman dalam kebaktian memang penting. Tetapi bagian lain bukan berarti tidak penting. Sebuah kebaktian dimulai pada saat “Panggilan Beribadah”, sebagai ungkapan keyakinan bahwa kebaktian hanya terjadi karena Tuhan memanggil kita. Lalu diteruskan votum, proklamasi kehadiran Allah. Masakan pada saat proklamasi kehadiran Allah, kita tidak ada atau belum datang? Ibadah kemudian diakhiri dengan “Pengutusan”, yang disertai dengan “Berkat”. Nah, di sini sebagian orang juga sering salah paham. Mereka berpikir, karena ibadah diakhiri dengan berkat, maka asalkan masih bisa terima berkat, tidak masalah. Malah ada yang datang kebaktian hanya untuk menerima berkat. Teens, apa yang sedang kita bicarakan ini adalah hakikat gereja, yang terungkap dalam liturgi atau kebaktian kita. Kita dipanggil oleh Allah, untuk kemudian diutus. Inilah gereja! Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil oleh Allah dari dunia yang berdosa, untuk kemudian diutus kembali ke tengah dunia untuk memberitakan “perbuatan-perbuatan besar dari Dia, yang telah memanggil kamu...” Luar biasa, bukan?! Nah, Teens, ketika kamu mengalami panggilan Allah, sambutlah dengan gembira. Dan percayalah, berkat Allah akan menyertaimu.
T k d uh r i i eak ai n:
2
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



