Cover Media Cetak

young listener

young listener

15 Juni 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 15 Juni 2010
Ayo Bangun!!
Nehemia 2:11-20
Bila suatu bangsa atau sekelompok orang terpuruk dan mengalami kejatuhan, rasanya susah sekali untuk bangkit kembali. Dibutuhkan seseorang yang dapat memotivasi yang lain untuk melakukan suatu (Nehemia 2:17) gebrakan. Martin Luther King adalah salah satu tokoh kulit hitam yang memotivasi kaumnya untuk bangkit dari keputusasaan. Begitu lama orang kulit hitam mengalami perlakuan tidak adil, bahkan diperlakukan sebagai budak secara tidak berperikemanusiaan. DR. Martin Luther King adalah seorang pendeta yang mengobarkan semangat kaumnya untuk terus berjuang. Ia punya impian bahwa suatu saat warga kulit hitam dapat sederajat dengan warga kulit putih, hidup berdampingan, bahkan memiliki peran besar di masyarakat. Ternyata lambat laun impiannya terwujud, warga kulit hitam dapat hidup layak. Pada tahun 2009 sejarah mengukir peristiwa penting, ketika Obama, seorang kulit hitam dapat menjadi presiden USA untuk pertama kali. Nehemia adalah salah seorang warga Israel yang berada di tanah pembuangan. Ketika ia mendengar berita tentang tanah kelahirannya, ia sangat sedih karena Israel yang dulu berjaya kini menjadi tercela, tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbang telah terbakar. Keprihatinannya akan keadaan Israel mendorong dirinya kembali ke negerinya, meninggalkan istana raja tempatnya mengabdi demi membangun kembali Yerusalem. Baginya, tembok Yerusalem adalah simbol kekuatan suatu negeri, yang harus kokoh berdiri. Karena itu ia mengajak orang Israel bangkit dan membangun kembali kemuliaan bangsanya dengan kerja keras. Teens, pada masa kini Allah tetap menggerakkan orang muda untuk peduli akan kehidupan umat Tuhan, kesejahteraan bangsa tempatnya berdiam. Karena itu belajarlah sungguh-sungguh agar kelak dapat membangun negeri tercinta bagi kemuliaan Tuhan Allah saja.
“… Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela.”
T k d uh r i i eak ai n:
57
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.