
14 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 14 Juni 2010
Ambil Risiko
Yosua 2:1-19
Ketika zaman NAZI berkuasa, orang-orang Yahudi diburu dari rumah ke rumah untuk dibawa ke kamp penyiksaan, bahkan sebagian besar dimasukkan ke ruang gas yang mematikan. Pada masa itu ada orang-orang Jerman yang berani me(Yosua 2:6) nyembunyikan orang-orang Yahudi di rumahnya sekalipun risikonya sangat besar. Salah satu yang disembunyikan adalah seorang anak yang bernama Anne Frank yang mengisi waktunya dengan menulis dan kemudian karyanya dibukukan. Kejadian serupa ternyata pernah terjadi pada masa Yosua mengintai negeri Kanaan yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel. Sebelumnya Yosua mengirim dua orang mata-mata untuk mengintai keadaan negeri Kanaan dan kekuatan para tentaranya. Kedua orang mata-mata itu datang ke rumah Rahab dan diterima dengan baik olehnya. Bahkan ketika suruhan raja memintanya menyerahkan dua orang mata-mata Israel itu, Rahab berkelit. Rahab mengatakan bahwa kedua pengintai itu telah pergi, padahal Rahab menyuruh kedua orang itu bersembunyi di sotoh rumah. Tindakan Rahab ini sangat berani dan juga berisiko besar karena kalau ketahuan ia dapat dituduh membantu musuh. Namun tindakan Rahab ini bukan tanpa alasan, sebab Rahab mendengar tentang kekuatan Allah Israel yang telah mengeringkan Laut Teberau. Ia percaya Allah juga berkuasa untuk memberikan negeri Kanaan kepada bangsa Israel. Karena itu Rahab memutuskan untuk menyelamatkan kedua pengintai itu agar ketika waktunya tiba, ia dapat diselamatkan. Sungguh berani dan cerdik! Teens, dalam hidup ini kamu akan menghadapi berbagai peristiwa, namun satu hal yang sangat penting, yaitu kepercayaanmu kepada Tuhan harus menjadi dasar dari segala keputusan dan tindakanmu. Sebab tanpa kepercayaan penuh pada Tuhan, keputusanmu dapat meleset.
Tetapi perempuan itu telah menyuruh keduanya naik ke sotoh rumah dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, ....
T k d uh r i i eak ai n:
56
Senin, 14 Juni 2010
Ambil Risiko
Yosua 2:1-19
Ketika zaman NAZI berkuasa, orang-orang Yahudi diburu dari rumah ke rumah untuk dibawa ke kamp penyiksaan, bahkan sebagian besar dimasukkan ke ruang gas yang mematikan. Pada masa itu ada orang-orang Jerman yang berani me(Yosua 2:6) nyembunyikan orang-orang Yahudi di rumahnya sekalipun risikonya sangat besar. Salah satu yang disembunyikan adalah seorang anak yang bernama Anne Frank yang mengisi waktunya dengan menulis dan kemudian karyanya dibukukan. Kejadian serupa ternyata pernah terjadi pada masa Yosua mengintai negeri Kanaan yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel. Sebelumnya Yosua mengirim dua orang mata-mata untuk mengintai keadaan negeri Kanaan dan kekuatan para tentaranya. Kedua orang mata-mata itu datang ke rumah Rahab dan diterima dengan baik olehnya. Bahkan ketika suruhan raja memintanya menyerahkan dua orang mata-mata Israel itu, Rahab berkelit. Rahab mengatakan bahwa kedua pengintai itu telah pergi, padahal Rahab menyuruh kedua orang itu bersembunyi di sotoh rumah. Tindakan Rahab ini sangat berani dan juga berisiko besar karena kalau ketahuan ia dapat dituduh membantu musuh. Namun tindakan Rahab ini bukan tanpa alasan, sebab Rahab mendengar tentang kekuatan Allah Israel yang telah mengeringkan Laut Teberau. Ia percaya Allah juga berkuasa untuk memberikan negeri Kanaan kepada bangsa Israel. Karena itu Rahab memutuskan untuk menyelamatkan kedua pengintai itu agar ketika waktunya tiba, ia dapat diselamatkan. Sungguh berani dan cerdik! Teens, dalam hidup ini kamu akan menghadapi berbagai peristiwa, namun satu hal yang sangat penting, yaitu kepercayaanmu kepada Tuhan harus menjadi dasar dari segala keputusan dan tindakanmu. Sebab tanpa kepercayaan penuh pada Tuhan, keputusanmu dapat meleset.
Tetapi perempuan itu telah menyuruh keduanya naik ke sotoh rumah dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, ....
T k d uh r i i eak ai n:
56
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



