
9 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 9 Juni 2010
Tuhan Besertamu
Yosua 1:1-9
John Wesley mendirikan organisasi yang kemudian menjadi Gereja Metodis saat ia berusia tujuh belas tahun. Ia menempuh pendidikan di Oxford, namun ia melihat kebutuhan spiritual orang-orang (Yosua 1:9) Inggris pada abad kedelapan belas dan ia berkomitmen untuk mengadakan pembaruan rohani. Sekalipun muda, namun ia gigih mengajar umat, karena ia yakin bahwa Tuhan besertanya. Kelemahan orang muda adalah keraguan bahwa ia akan didengar dan diperhitungkan. Bukankah sering kali orang muda itu dilihat dengan sebelah mata, karena dianggap kurang pengalaman dan pengetahuan? Namun Alkitab mencatat begitu banyak pemimpin atau tokoh yang dipilih Tuhan justru dalam kemudaannya. Salah satunya adalah Yosua. Sebagai pengganti Musa, Yosua agak kecut hati karena ia tidak yakin dapat melakukan hal-hal seperti yang dulu dilakukan pendahulunya, Musa. Yosua juga khawatir bangsa Israel tidak akan mendengarkan dia, karena dia tidak memiliki karisma seperti Musa. Namun Tuhan meneguhkan Yosua, bahwa Ia menyertai Yosua ke mana pun ia pergi, karena itu tidak perlu gentar. Hanya Yosua harus selalu berpegang pada Taurat Tuhan dan merenungkannya siang malam. Maka janji Tuhan, perjalanannya memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian akan berhasil dan ia akan beruntung. Teens, kemudaan itu memiliki pesona dan kekuatan tersendiri, sehingga banyak orang muda justru tampil mengherankan karena kepintaran atau keuletannya. Namun kemudaan perlu dibarengi dengan hikmat yang diperoleh dari Firman Tuhan untuk menuntun kehidupan hari lepas hari sehingga dapat meraih keberhasilan. Tanpa penyertaan Tuhan, kekuatan kita tidak akan berarti, sebab Tuhanlah yang berkarya dalam kita.
“... Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”
T k d uh r i i eak ai n:
51
Rabu, 9 Juni 2010
Tuhan Besertamu
Yosua 1:1-9
John Wesley mendirikan organisasi yang kemudian menjadi Gereja Metodis saat ia berusia tujuh belas tahun. Ia menempuh pendidikan di Oxford, namun ia melihat kebutuhan spiritual orang-orang (Yosua 1:9) Inggris pada abad kedelapan belas dan ia berkomitmen untuk mengadakan pembaruan rohani. Sekalipun muda, namun ia gigih mengajar umat, karena ia yakin bahwa Tuhan besertanya. Kelemahan orang muda adalah keraguan bahwa ia akan didengar dan diperhitungkan. Bukankah sering kali orang muda itu dilihat dengan sebelah mata, karena dianggap kurang pengalaman dan pengetahuan? Namun Alkitab mencatat begitu banyak pemimpin atau tokoh yang dipilih Tuhan justru dalam kemudaannya. Salah satunya adalah Yosua. Sebagai pengganti Musa, Yosua agak kecut hati karena ia tidak yakin dapat melakukan hal-hal seperti yang dulu dilakukan pendahulunya, Musa. Yosua juga khawatir bangsa Israel tidak akan mendengarkan dia, karena dia tidak memiliki karisma seperti Musa. Namun Tuhan meneguhkan Yosua, bahwa Ia menyertai Yosua ke mana pun ia pergi, karena itu tidak perlu gentar. Hanya Yosua harus selalu berpegang pada Taurat Tuhan dan merenungkannya siang malam. Maka janji Tuhan, perjalanannya memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian akan berhasil dan ia akan beruntung. Teens, kemudaan itu memiliki pesona dan kekuatan tersendiri, sehingga banyak orang muda justru tampil mengherankan karena kepintaran atau keuletannya. Namun kemudaan perlu dibarengi dengan hikmat yang diperoleh dari Firman Tuhan untuk menuntun kehidupan hari lepas hari sehingga dapat meraih keberhasilan. Tanpa penyertaan Tuhan, kekuatan kita tidak akan berarti, sebab Tuhanlah yang berkarya dalam kita.
“... Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”
T k d uh r i i eak ai n:
51
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



